- Lembaga dana pensiun Malaysia, KWAP, menanamkan investasi senilai Rp876 miliar pada startup eFishery pada Juli 2023.
- Audit eksternal mengungkap dugaan manipulasi laporan keuangan eFishery berupa selisih pendapatan, keuntungan palsu, dan jumlah alat.
- Pemerintah Malaysia menelusuri proses investasi tersebut, mengambil langkah hukum, serta mengevaluasi tata kelola dana pensiun.
Suara.com - Dugaan manipulasi laporan keuangan eFishery kini merembet ke Malaysia setelah dana pensiun negara itu ikut tercatat sebagai investor.
Lembaga Kumpulan Wang Persaraan (KWAP) diketahui menanamkan sekitar RM200 juta atau setara Rp876 miliar ke startup asal Indonesia tersebut pada Juli 2023.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkap keterlibatan KWAP saat menjawab pertanyaan anggota parlemen Wong Chen.
Menurut Anwar, investasi tersebut sebelumnya telah melewati prosedur penilaian dan tata kelola yang berlaku.
Anwar menjelaskan, keputusan investasi KWAP didasarkan pada informasi serta laporan keuangan yang telah diverifikasi auditor yang terakreditasi secara internasional.
Konsorsium investor, termasuk KWAP, juga disebut melakukan uji tuntas independen sebelum dana dikucurkan.
Namun, proses tersebut tidak menghentikan munculnya persoalan setelah ditemukan dugaan kejanggalan dalam laporan keuangan eFishery.
Pemerintah Malaysia kini menelusuri proses investasi sekaligus menyiapkan langkah untuk memulihkan dana.
Anwar menyebut tindakan hukum telah dimulai, disertai evaluasi terhadap tata kelola investasi.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Kalimantan Ganggu Negara Tetangga, Mensesneg Bilang Begini
KWAP juga memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah kejadian serupa kembali menimbulkan kerugian.
“KWAP berkomitmen mengelola dana pensiun PNS secara transparan, dengan integritas dan akuntabilitas. Perbaikan telah dilakukan agar memperkuat pengamanan investasi di masa depan,” kata Anwar, dikutip dari Malay Mail
Persoalan eFishery mencuat setelah audit eksternal menemukan perbedaan mencolok dalam laporan keuangan perusahaan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah selisih angka pendapatan antara pembukuan internal dan laporan eksternal.
Untuk periode Januari-September 2024, laporan internal mencatat pendapatan sekitar Rp2,6 triliun.
Sementara itu, angka dalam laporan eksternal disebut mencapai Rp12,3 triliun.
Berita Terkait
-
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Ganggu Negara Tetangga, Mensesneg Bilang Begini
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Punya Asuransi Unit Link? Nilai Tunai Bisa Menyusut, Ini Penyebabnya
-
Kalimantan Kembali Terbakar, Malaysia Mulai Terganggu: Hantu Krisis Asap 1998 Muncul Lagi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
-
Kabut Asap Selimuti Palembang, Warga Tetap CFD: Sehat atau Malah Berisiko?
-
Bruno Fernandes Banjir Kritik Usai Manchester United Dipermalukan Hull City
-
Inter Milan Kunci Lautaro Martinez, Barcelona Harus Gigit Jari
-
AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan
-
Viral Catatan Seskab Teddy Soal Karhutla Bikin Publik Geram: Siapa yang Gak Beradab?
-
Ditolak Kerja, Sakit Hati Pemuda Ogan Ilir Berujung Kebakaran 4,5 Hektar Lahan Tebu
-
GP Al Washliyah Tolak Aksi AMPB di DPR: Jangan Klaim Wakili Seluruh Rakyat