Suara.com - Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor Boboy Ruswanto menyebut tingkat hunian hotel di kawasan Puncak pada libur Lebaran 2018 terus meningkat.
"Kami prediksi kunjungan wisatawan ke hotel di Puncak masih akan terus meningkat. Ini karena libur masih lama," kata Boboy, Minggu (17/6/2018).
Boboy mencatat, sejak H-3 Lebaran tingkat hunian hotel di kawasan Puncak hanya sekitar 40-60 persen. Meski demikian, jumlah tersebut terus meningkat hingga H+2 Lebaran hingga di atas 70 persen.
"Ini naik dibandingkan H-3 sampai hari H Lebaran tingkat hunian cuma 40-60 persen. Kemarin pada H+1 Lebaran rata-rata sudah di atas 70 persen," jelasnya.
Ia pun memprediksi bahwa peningkatan pengunjung tersebut terus bertambah hingga akhir Juni. Hal itu dikarenakan tahun ini masa libur panjang Lebaran lebih lama dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Prediksi kita sampai akhir Juni terus meningkat karena waktu libur lebih panjang jadi kesempatan wisatawan menginap di Puncak lebih lama," tuturnya.
Seperti diketahui, memasuki hari ketiga libur Lebaran kondisi arus lalu lintas dari Jakarta menuju Puncak, Kabupaten Bogor, pagi tadi sempat mengalami kemacaten panjang mencapai 10 kilometer.
Kemacetan panjang tersebut terpantau mulai dari pintu Tol Ciawi hingga kawasan Simpang Gadog. Polisi pun memprediksi hari ini merupakan puncak arus wistawan libur Lebaran di kawasan Puncak. (Rambiga)
Berita Terkait
-
Eksklusif dan Berkelas: 3 Gaya Liburan 'Slow Travel' yang Wajib Dicoba Tahun Ini
-
Staycation di Hilton Padalarang Bandung, Hotel Baru dengan View Pegunungan
-
Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor
-
Menjelajahi Kedalaman Luka dan Nostalgia dalam The Grand Budapest Hotel
-
InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan
-
Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan
-
Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN
-
Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!