Suara.com - Buah kering sering menjadi salah satu camilan favorit yang dianggap lebih sehat dibanding kripik atau kue yang manis. Tapi, tahukah Anda jika buah kering yang biasa Anda konsumsi bisa lebih buruk dari yang Anda kira?
Anggota dewan penasehat Womens Health Magazine, Keri Glassman, R.D. mengatakan, bahwa buah kering memang sama dengan buah segar yang memiliki vitamin yang bersifat menghidrasi tubuh dan kaya antioksidan.
Tapi, karena kurangnya kelembaban, isi buah kering ternyata jauh lebih terkonsentrasi. Itu termasuk serat, yang meskipun bagus untuk Anda, tapi dapat menyebabkan kram dan kembung, terutama jika Anda tidak biasa memakannya buah tersebut dalam jumlah yang banyak.
Bukan cuma itu, buah kering juga lebih banyak gula, dan dengan demikian memberikan Anda lebih banyak kalori. Bahkan buah kering yang disebut tanpa pemanis tetap mengandung gula yang tidak mudah dicerna dalam jumlah besar.
Selain itu, sulfit (pengawet yang umum digunakan dalam buah kering) juga dapat menyebabkan diare dan sakit kepala. Maka, jika ingin mengonsumsinya, carilah buah kering yang bebas sulfit.
Nah jika Anda tetap ingin mengonsumsi buah kering sebagai ganti dari camilan yang tak sehat, berikut tips memakannya dengan cara yang lebih tepat.
Minum air putih
Serat membantu Anda membuang kotoran lebih lancar, tetapi jika Anda mengalami dehidrasi, itu juga akan menyerap cairan yang Anda miliki. Hasilnya, adalah sembelit. Karenanya minum air putih selagi makan bisa membantu.
Atur porsinya
Gunakan kantong plastik atau wadah lain untuk membagi buah menjadi porsi yang tepat. Misalnya, dua iris untuk buah yang lebih besar (seperti buah aprikot, mangga, dan pir) dan dua sendok makan untuk gigitan kecil (cranberry).
Tambahkan protein
Ketika Anda memasangkan camilan Anda dengan protein atau sumber lemak, seperti kacang atau yogurt Yunani, itu menjadi lebih mengenyangkan, jadi Anda cenderung tidak berlebihan terhadap gula.
Baca Juga: Setelah Lapor Harta Kekayaan ke KPK, Sandiaga ke Rumah Prabowo
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
K-Beauty Makin Melokal, Hadirkan Shade Khusus untuk Kulit Perempuan Indonesia
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Daily Trainer: Nyaman, Responsif, Harga Ramah
-
Hong Kong Masuk 2 Besar Destinasi Ramah Muslim Terbaik untuk Negara Non-OIC
-
Apa Perbedaan AC dan Air Cooler? Kenali Sebelum Membeli Pendingin Ruangan
-
Genset Diesel vs Bensin: Mana yang Lebih Efisien untuk Rumah Tangga saat Mati Listrik?
-
Akses Menjadi Hambatan Terbesar Literasi di Indonesia
-
6 Zodiak Ini Bakal Dapat Kejutan Besar di Bulan Juli 2026
-
Daripada Rugi karena Mati Lampu Bergilir, Ini 5 Genset Murah Cocok untuk Penghobi Ikan Koi
-
Beda Cushion Luxcrime Hijau dan Ungu: Ini Kandungan, Manfaat, dan Review Pengguna
-
Parfum Aroma Spicy Seperti Apa? Ini Pilihan Scent Terbaik saat Cuaca Dingin