Suara.com - Komisi Hak Asasi Manusia di New York City, Amerika Serikat, tengah menyelidiki laporan tentang adanya tindakan rasis yang dilakukan merek fesyen premium, Prada.
Dugaan rasis tersebut menyeruak setelah Prada merilis gantungan kunci yang diberi nama "Pradamalia" dan pernak-pernik lainnya dengan tampilan karakter orang kulit hitam dan bibir merah besar beberapa minggu lalu.
Menurut salah satu warga New York, Chinyere Ezie, gantungan kunci tersebut mirip dengan Sambo, karakter rasis yang dibuat pada abad ke 19 lalu dan dianggap sebagai bentuk ejekan kepada ras Afrika.
"Ketika saya bertanya kepada seorang karyawan Prada apakah mereka tahu bahwa mereka telah menempel gambar wajah kulit hitam di seluruh toko mereka, mereka terus terang dan yang mengejutkan saya diberitahu bahwa ada seorang karyawan kulit hitam yang mengeluh tentang muka hitam di Prada, tetapi dia sudah tidak bekerja di sana lagi," Ezie menulis.
Dilansir dari NY Post, asisten Komisaris Komisi NYC untuk Hak Asasi Manusia, Sapna V. Raj, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tindakan tersebut sangat mengerikan mengingat barang dagangan bernuansa rasis secara terang-terangan dijual oleh Prada.
"Warga New York kulit hitam menghadapi diskriminasi setiap hari. Melihat citra rasis dengan begitu jelas dipajang di depan toko pengecer mewah internasional sangat mengerikan dan tidak ditoleransi di kota kami," kata Raj.
Setelah kemarahan semakin menyebar secara online, Prada akhirnya merilis sebuah pernyataan pada Jumat lalu dan mengatakan bahwa mereka akan menarik seluruh barang dagangannya.
Kota New York juga memerintahkan agar rumah mode Italia tersebut untuk memberikan pelatihan Hukum Hak Asasi Manusia kepada seluruh karyawan, eksekutif, dan kontraktor independennya.
Baca Juga: Jelang Misa Malam Natal, Tim Gegana Melakukan Penyisiran di Gereja Katedral
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan