Jika pulau itu adalah hamparan pasir tandus yang datar, maka kerangka pikir optimis yang saya katakan mungkin tampak sedikit salah tempat. Anda harus belajar teknik menyuling di gurun pasir. Namun, jika pilihan hanya air laut, maka gunakan air laut sebagai sumber air. mungkin dari sekarang belajarlah teknik desalinasi, di internet saat ini banyak membuat air laut menjadi air tawar, bahan-bahannya tentu diambil dari rongsokan kapal Anda yang karam. Teknik suling ini bahkan dapat digunakan untuk mendaur ulang air seni Anda menjadi air tawar.
5. Bangun tempat berteduh
Memiliki tempat berlindung sangat penting. Hipotermia akan menjadi masalah jika Anda berada di pulau terpencil di mana akan ada banyak badai petir di malam hari.
6. Membuat Api
Mungkin dari sekarang Anda perlu belajar membuat Api secara manual. Selain untuk memasak, api sangat penting untuk menjauhkan Anda dari binatang seperi ular.
7. Cari makanan yang tidak beracun
Pada umumnya akan ada banyak makanan yang tersedia jika Anda akhirnya terjebak di pulau terpencil. Moluska, tiram, kerang, kerang, rumput laut dan ikan semuanya dapat dimakan, meskipun memerlukan beberapa treatment untuk memastikan mereka tidak beracun.
Intinya, jika sebuah kerang, tiram, yang sulit untuk dibuka, maka mereka umumnya boleh makan. Jika mereka lepas dengan mudah atau terbuka dengan mudah maka kemungkinan besar mereka berpenyakit, jadi hindari.
Penting untuk melakukan tes apakah yang Anda makan beracun. Mulailah dengan menggosokkan makanan (kerang, tiram) di punggung tangan Anda dan tunggu beberapa menit untuk melihat apakah ada reaksi gatal dan lainnya.
Baca Juga: Huawei Rilis Budget Smartphone Tahan Air dan Kamera Berteknologi AI
Sedapat mungkin selalu memasak makanan Anda, terutama ikan kerang, sehingga parasit terbunuh dan racun apa pun bisa dinetralkan.
Itulah tips bertahan hidup jika terdampar di pulau terpencil. Semoga bermanfaat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Penjara Juga Dipangkas!
-
Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung
-
Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru
-
Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek
-
Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi
-
Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya
-
Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi
-
Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang
-
Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO
-
Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21