Suara.com - Kuliner di Indonesia semakin beragam dengan hadirnya makanan-makanan kekinian yang mulai hadir dari lapak kaki lima hingga restoran. Namun tidak semua yang sering disebut anak muda nge-hype di masyarakat, aman bagi kesehatan. Hal itu diungkapkan Ahli Gizi Youvit, Rachel Olsen, saat hadir dalam acara talkshow Youvit bersama awak media dan Community Foodpedia di Ha-Ka Hotel Semarang, Kamis (25/4/2019). Dia menyebut banyak masakan yang diproses dengan cara digoreng dan menggunakan bahan sayuran maupun buah-buahan yang minim.
Bahkan hal seperti ini juga banyak ditemukan di makanan lokal Semarang seperti lunpia goreng, tahu pong, tahu gimbal, dan beberapa jajanan khas lain. Namun bukan berarti, makanan-makanan ini dilarang untuk dimakan. Rachel mengungkapkan makanan-makanan itu tetap boleh dikonsumsi dengan catatan tidak berlebihan dan diimbangi dengan asupan tambahan lain seperti dari buah-buahan dan sayuran.
"Makanan yang digoreng cenderung memiliki kadar lemak jenuh lebih tinggi. Lemak jenuh ini bisa mengakibatkan naiknya kadar kolesterol dalam tubuh. Nah, yang lebih mengkhawatirkan lagi bisa menyebabkan penyakit jantung koroner, stroke dan masih banyak lagi nantinya," ujar Rachel.
Makanan, khususnya gorengan yang dijual di kaki lima, juga punya risiko tidak sehat bagi tubuh. Sebab, dalam proses memasak dia melihat minyak yang dipakai untuk menggoreng biasanya jarang diganti sehingga warnanya berubah menjadi cokelat tua sampai hitam pekat.
"Lebih baik lagi jika ingin mengonsumsi lunpia, tahu pong, tahu gimbal, bisa memasaknya sendiri di rumah. Selain bahan masakan bisa dikontrol keamanannya, juga kita bisa menambahkan sayur, buah, hingga protein yang dibutuhkan setiap hari," lanjut Rachel.
Perempuan keturunan Indonesia-Denmark ini menambahkan bahwa lemak jenuh seperti dalam minyak bekas penggorengan juga dapat memicu naiknya bakteri jahat yang ada di dalam sistem pencernaan. Bakteri jahat ini yang nantinya menghambat penyerapan vitamin maupun mineral yang terkandung pada makanan.
"Defisiensi vitamin dan mineral dalam tubuh dapat menyebabkan tubuh lebih rentan dengan paparan bakteri dan kuman yang berasal dari luar. Rutin makan makanan yang digoreng bisa menambah kondisi ini lebih buruk lagi," ungkap Rachel.
Selain meningkatkan konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan, tambahan multivitamin setiap hari juga baik bagi kesehatan. Namun perlu cermat dalam memilih multivitamin yabg memiliki kondungan yang seimbang. Rachel berbagi pula bahwa saat ini sudah ada solusi mudah untuk memaksimalkan kebutuhan vitamin dan mineral harian.
"Satu diantaranya yakni Youvit. Multivitamin ini bisa dikonsumsi satu hari sekali. Bentuknya yang gummy membuat pengonsumsiannya tinggal dikunyah saja. Kandungannya, sudah ada 10 macam vitamin dan 2 mineral penting untuk membantu melengkapi kebutuhan kita setiap hari," tandas Rachel.
Baca Juga: Biar Dapur Tetap Ngebul, Fahmi Bo Jualan Gorengan
Kontributor : Muhamad Alfi Makhsun
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti