Suara.com - Pada tahun 2050 nanti, sebanyak 2 dari 3 orang diperkirakan akan memilih untuk tinggal di kota.
Hal ini tentunya akan meningkatkan jumlah populasi orang-orang yang tinggal di kota.
Belum lagi, banyaknya turis yang memilih untuk berkunjung ke kota-kota besar tentunya akan membawa dampak baik bagi masyarakat lokal maupun lingkungan.
Menanggapi masalah tersebut, beberapa kota di dunia rupanya sudah mulai mengembangkan apa yang disebut smart city atau kota pintar, seperti dilansir dari laman National Geographic.
Tak cuma meningkatkan akses ke teknologi dan membangun infrastruktur, kota-kota pintar ini juga akan mendukung budaya lokal yang ada dan melindungi lingkungan.
Berikut 4 kota di dunia yang kini sudah mulai melakukan berbagai inovasi untuk menjadi kota pintar.
1. Tallinn, Estonia
Tallinn merupakan ibu kota Estonia yang dulunya merupakan bagian dari Uni Soviet. Meski begitu, saat ini Tallinn merupakan salah satu kota di dunia yang memiliki teknologi maju.
Di kota ini, akses terhadap internet dianggap sebagai salah satu bagian dari hak asasi manusia.
Baca Juga: Tak Perlu Roket, Liburan ke 4 Destinasi Ini Serasa Lagi di Bulan
Tallinn juga menerapkan pemilu secara online, dan memiliki kecepatan jaringan internet 5G baik untuk warga lokal dan turis.
2. Santiago, Chile
Ibukota Chile, Santiago, sudah mulai melarang penggunaan mobil di pusat kota. Sebagai gantinya, sepeda banyak digunakan di kota ini untuk alat tranpostasi.
Selain itu, area pejalan kaki di Santiago pun dibuat berwarna-warni agar dapat membuat betah.
Santiago juga merupakan kota yang memiliki aneka hotel dengan arsitektur yang sudah memenangkan banyak penghargaan dan latar pegunungan Andes di belakang.
3. Helsinki, Finlandia
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Troy Pantouw Jubir IKN yang Ditemukan Tewas di Rusun ASN
-
Rahasia Berkebun di Tengah Kota, Belajar dari Tani Kota Sejati-58 Kebagusan
-
Kisah Tani Kota Sejati 58 Kebagusan, Saat Tumpukan Sampah Disulap Jadi Hamparan Hijau
-
Sidang Perdana Fadia Arafiq Digelar, Eks Bupati Pekalongan Didakwa Kasus Korupsi
-
Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim