Suara.com - Selama ini, bintang Michelin merupakan sesuatu yang dipandang sebagai kebanggaan tertinggi di jagat kuliner.
Memiliki rentang dari bintang satu hingga tiga, penghargaan ini hanya diberikan pada restoran-restoran yang memiliki kualitas makanan sangat lezat dan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Sementara bagi konsumen yang awam, bintang Michelin dapat digunakan sebagai cara untuk mengetahui mana restoran yang layak untuk dijajal saat berwisata kuliner.
Meski begitu, rupanya tak semua restoran lantas berambisi mendapatkan bintang Michelin.
Beberapa restoran malah diketahui menolak penghargaan tersebut. Ada juga yang memilih untuk mengembalikannya.
Menanggapi hal tersebut, chef ternama Gordon Ramsay baru-baru ini memberikan kritikan pedasnya seperti dilansir dari Asia One.
Menurut Gordon Ramsay, mereka yang mengembalikan bintang Michelin adalah para chef yang tidak mampu untuk bertahan di bawah tekanan dan sorotan masyarakat.
Tak hanya itu, dia juga menganggap bahwa chef yang menolak penghargaan tersebut telah merugiakan seluruh anggota timnya di restoran karena tidak memberi mereka kesempatan untuk dihargai.
"Baik itu Emmy, Oscar, Bafta, atau bintang Michelin, itu hanyalah hiasan di atas kue, bukan cuma untuk chef tapi juga untuk staf lain di baliknya," ujar Gordon Ramsay.
Baca Juga: Duh, Minuman di Restoran Baru Gordon Ramsay Dibilang Rasis dan Seksis
Diketahui, Gordon Ramsay merasa kecewa ketika dia mendengar ada chef yang "lelah dan bosan" karena menjadi terkenal.
Di sisi lain, Gordon Ramsay sendiri pernah mengalami momen ketika restorannya di New York kehilangan bintang Michelin. Saat itu, Gordon Ramsay membandingkan pengalamannya dengan kehilangan pacar atau kalah dalam liga sepakbola.
Meski begitu, chef asal Perancis Sebastian Bras menyebutkan bahwa alasannya mengembalikan tiga bintang Michelin di tahun 2018 silam adalah tekanan pada dirinya dan stafnya.
Kemudian, ada pula chef Andre Chiang di Taipei yang menganggap jika bintang Michelin hanya membatasi kebebasannya untuk berkreasi di bidang kuliner.
Berita Terkait
-
10 Hidangan Tersulit di Dunia: Sampai Gordon Ramsay Pun Bisa Gagal Masaknya!
-
Anniversary ke-6, Harga Makan Malam Spesial Syahrini dan Reino Barack Bikin Merinding
-
Gordon Ramsay Jajal Resep Minuman Soda ala Dua Lipa, Ujungnya Bikin Kaget
-
Mencicipi Masakan Chef Bintang Michelin di Indonesia, Ternyata Ini Sensasinya Yang Bikin Beda!
-
Drama Telur, Gordon Ramsay Respons Panggilan Mark NCT di Lagu Golden Hour
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana