Suara.com - Masalah beda bahasa ternyata bukan cuma menjadi kendala saat traveling. Baru-baru ini, seorang turis yang membagikan foto liburan dan video lewat aplikasi TikTok pun ikut dikecam karena kendala bahasa.
Dikutip dari laman Sora News 24, insiden ini pertama bermula saat warganet Jepang melihat siaran video TikTok oleh turis Australia.
Dalam video tersebut, tampak jika sang turis tengah berfoto dan bermain-main dengan hiu paus.
Berbeda dengan hiu lain, hiu paus memang terkenal memiliki pergerakan lambat dan jinak.
Di Jepang, hiu paus pun merupakan salah satu hewan yang populer dan bisa diajak berenang bersama.
Namun, yang dipermasalahkan oleh warganet Jepang, hiu paus dalam foto tersebut terlihat berada di atas pasir pantai.
Ini dikarenakan hiu paus dalam unggahan video tersebut sebenarnya hanyalah patung yang terbuat dari pasir pantai.
Sang turis sendiri sebenarnya sudah menuliskan di TikTok bahwa dia tengah bermain dengan "Amazing sand sculpture".
Sayang, karena kendala bahasa yang ada, warganet Jepang sudah lebih dulu mengecam turis tersebut dan menuduhnya melakukan kekerasan pada binatang.
Baca Juga: Puncak Musim Kedatangan Hiu Paus
"Berhenti bermain pasir dengannya dan kembalikan dia ke air. Kalau kau tidak bis amelakukannya sendiri, bagaimana jika kau menelepon polisi atau penjaga pantai?"
"Kembalikan ke laut..."
"Penyiksaan. Ini menyedihkan," tulis yang lain.
Untung saja, sebelum turis ini dikecam banyak orang, beberapa warganet Jepang yang memahami bahasa Inggris lekas menjelaskan jika itu bukan hiu paus sungguhan.
Berita Terkait
-
Cara Pesan Tiket Shinkansen untuk Liburan di Jepang, Kini Bisa Lebih Praktis dari Indonesia
-
Review Drama Loved One, Perjalanan Tim Forensik Menyingkap Misteri Kematian
-
Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?
-
Usung Genre Romcom, Drama Korea-Jepang 'Merry Berry Love' Tayang Oktober
-
Korban Tewas Gempa Jepang Tembus 34 Orang, Masih Banyak Terjebak di Bangunan Runtuh
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan