-
Topan Dujuan menewaskan dua orang dan memadamkan listrik 46.000 rumah di sekitar Tokyo.
-
Curah hujan rekor memicu banjir, tanah longsor, serta pembatalan ratusan penerbangan di Jepang.
-
Badai turut melumpuhkan ajang Tokyo Game Show dan berbagai agenda publik di Chiba.
Suara.com - Topan Dujuan menewaskan sedikitnya 2 orang dan melukai lima lainnya setelah menerjang wilayah sekitar Tokyo, Jepang. Dampak badai ini juga menyisakan puluhan ribu pemukiman tanpa pasokan listrik hingga Selasa pagi.
Meskipun kekuatan badai melemah saat bergerak ke arah timur laut, curah hujan ekstrem tetap mencatatkan rekor baru di beberapa kawasan. Petugas penyelamat kini berpacu dengan waktu untuk memburu keberadaan korban yang dilaporkan hilang.
Pemerintah setempat telah menurunkan status peringatan hujan lebat seiring pergerakan badai yang menjauh ke Samudra Pasifik. Kendati demikian, dampak kerusakan infrastruktur dan lumpuhnya transportasi udara masih dirasakan warga setempat.
Badan Pengolahan Bencana dan Kebakaran mengonfirmasi satu korban jiwa ditemukan di Prefektur Kanagawa. Sementara itu, otoritas lokal melaporkan satu warga lainnya meninggal dunia di wilayah Chiba.
Siaran publik NHK mengabarkan tim SAR masih menyisir lokasi longsor untuk mencari empat warga yang hilang. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti menjadi pemicu utama ambrolnya tanah di kawasan pemukiman.
Sektor energi mencatat lebih dari 46.000 rumah tangga di Chiba mengalami pemadaman listrik total. Di sektor penerbangan, Japan Airlines membatalkan 135 penerbangan dan All Nippon Airways menghapus 140 jadwal penerbangan.
Pulau Oshima yang berjarak 120 kilometer dari Tokyo mencatat curah hujan mencapai 832 milimeter dalam kurun 48 jam. Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding rata-rata curah hujan bulanan sepanjang September.
Wilayah Edogawa di Tokyo turut membukukan rekor curah hujan tertinggi mencapai 282,5 milimeter dalam sehari. Para ilmuwan menilai perubahan iklim akibat aktivitas manusia memicu atmosfer menyimpan lebih banyak air sehingga memperparah intensitas hujan.
Genangan air membendung sejumlah akses jalan publik hingga melumpuhkan aktivitas transportasi darat. Kota pariwisata Kamakura dan wilayah Ichikawa di timur Tokyo menjadi area terparah yang terendam banjir.
"Terjadi banjir di berbagai sudut kota, sehingga sangat berbahaya jika berpergian menggunakan mobil," kata Wali Kota Kamakura Takashi Matsuo melalui platform X.
Amukan badai memaksa penyelenggara menutup pameran Tokyo Game Show lebih awal pada hari terakhirnya. Konser musik luar ruangan dan pertandingan bisbol skala besar di Chiba juga terpaksa dibatalkan.
Jepang memang kerap dihantam badai tropis kuat saat memasuki akhir musim panas dan awal musim gugur. Fenomena cuaca ekstrem musim ini bahkan sempat mengganggu jalannya sejumlah laga Asian Games di negara tersebut.
Latar belakang ancaman badai saban tahun ini terus memburuk seiring meningkatnya suhu global yang mengubah pola cuaca ekstrem. Kerentanan wilayah pesisir Tokyo terhadap tanah longsor dan banjir bandang kini menjadi perhatian serius pemerintah setempat.