Suara.com - Pernah membayangkan bagaimana rasanya tidur di penjara? Bukan cuma dipenuhi para kriminal, penjara juga identik dengan suasananya yang kotor, pengap, dan suram.
Namun, bagaimana dengan kamar hotel yang dulunya merupakan bangunan penjara?
Jauh dari kesan suram dan kotor, sebuah hotel di Edinburgh, Skotlandia rupanya memanfaatkan bangunan yang dulunya merupakan gedung penjara dan pengadilan.
Dikutip dari laman Mirror, hotel tersebut bernama CoURT by CODE Pod Hostels dan baru saja dibuka.
Salah satu fasilitas yang ada di hotel tersebut di antaranya adalah 12 ruang pribadi yang dulunya merupakan sel penjara.
Selain itu, ada pula 200 tempat tidur berbentuk pods yang tersebar di lima lantai dan dapat digunakan oleh traveler dengan budget terbatas.
Selain penjara, bangunan Hotel CoURT tersebut juga merupakan bangunan abad ke-19 yang memiliki fitur arsitektur bersejarah.
Bahkan, wisatawan yang berkunjung juga dapat mempelajari sejarah gedung hotel sekaligus mengenal nama-nama kriminal yang pernah ditahan di sana.
"The CoURT akan membantu memenuhi permintaan penginapan dengan harga terjangkau di Edinburgh," ujar CEO Andrew Landsburgh.
Baca Juga: Laksa Nyonya, Kuliner Khas Tangerang yang Kini jadi Menu Andalan Hotel
"Di sini, kami bersemangat untuk memberikan akomodasi yang aman dan nyaman bagi traveler dengan budget terbatas. Tempat tidur pod kami memberikan kombinasi terbaik antara tidur malam berkualitas dan privasi dengan harga murah."
Harga kamar di hotel bekas penjara ini sendiri dimulai dari 28 poundsterling atau sekitar Rp 481.000.
Berita Terkait
-
Staycation di Hilton Padalarang Bandung, Hotel Baru dengan View Pegunungan
-
Menjelajahi Kedalaman Luka dan Nostalgia dalam The Grand Budapest Hotel
-
InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pemulihan Warga dan Anak-Anak Desa Adat Sade Jadi Perhatian Pascakebakaran
-
Ulasan Buku The Art of Stoicism: Seni Menjadi Diri yang Tenang di Masa Kini
-
Jangan Asal Ngomong! 6 Kata Kasar Bahasa Minang yang Perlu Diketahui
-
Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU
-
Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya
-
Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia
-
Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?
-
Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe
-
4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil
-
Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?