Suara.com - Bintang film Harry Potter, Emma Watson, kini juga menjadi seorang aktivis yang fokus pada isu feminisme. Seperti baru-baru ini, ia ambil bagian dalam peluncuran layanan bantuan hukum gratis untuk perempuan yang mengalami pelecehan seksual di tempat kerja.
Seperti yang dilansir dari The Independent, layanan bantuan hukum ini dikabarkan dikelola oleh sebuah lembaga amal untuk perempuan di Inggris, Rosa dengan dukungan Lembaga Time's Up UK Justice and Equality Fund.
Ia mengatakan bahwa layanan tersebut bertujuan untuk menciptakan tempat kerja yang aman bagi semua orang. "Layanan ini merupakan perkembangan besar untuk memastikan bahwa semua wanita didukung, di mana pun kita bekerja," ujar Emma Watson.
Aktris yang bermain di "The Perks of Being A Wallflower" itu merupakan salah satu penyumbang pertama lembaga Time's Up. Tahun lalu, ia diketahui menyumbang sebesar satu juta poundsterling atau lebih dari Rp19 miliar untuk memulai Justice and Equality Fund.
Emma Watson selama ini dikenal sebagai aktivis yang sangat vokal menentang pelecahan terhadap perempuan. Bertolak belakang dari pengalaman pribadi, ia mengaku pernah mengalami hal yang sama di Hollywood.
Emma Watson mengutip data bahwa angka statistik di Inggris, menunjukkan perempuan usia 18-24 tahun banyak mengalami pelecehan seksual di tempat kerja. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Trades Union Congress (TUC), satu dari dua perempuan telah mengalami pelecehan seksual di tempat kerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Setelah 10 Tahun, BRI Jadi Perantara Pertemuan Seorang PMI dan Ibunya Lewat Program Tali Kasih
-
Karhutla Melanda di Berbagai Wilayah, Apa yang Bisa Kita Lakukan sebagai Warga Negara?
-
BRI Wujudkan Mimpi Pekerja Migran Indonesia Pulang ke Tanah Air dan Berkumpul Dengan Keluarga
-
Sebelum Hengkang ke Arema FC, Mauro Zijlstra Bicara Obrolan Serius dengan Shin Tae-yong
-
3 Serum Korea Ampuh Samarkan Flek Hitam dan Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pengguna
-
Eks Ketua PPATK Ungkap Sisi Lemah Pelaku TPPU: Paling Takut Jadi Miskin!
-
BRI Dukung Pekerja Migran Indonesia di Taiwan, Dari Pertemuan Keluarga Hingga Bekal Masa Depan
-
Dedi Mulyadi Respon ABK Sukabumi yang Terlantar di Peraian Fiji, Janjikan Langkah Ini
-
Bangladesh Krisis Gas, Industri Tekstil Lumpuh Hingga Pangan Nasional Terancam
-
Lebih dari Sekadar Pangan Lokal, Ini Kisah Nasi Oyek Selamatkan Jenderal Soedirman