Suara.com - Belakangan ini, kabar mengenai kerusuhan massa di Hongkong tengah ramai menghiasi media. Bahkan, akibat kerusahan yang ada, bandara Hongkong dikabarkan tutup selama dua hari sementara banyak travelers ikut terjebak.
Bicara soal kerusuhan massa, tentunya tidak ada travelers yang ingin terjebak di dalamnya saat sedang liburan.
Meski begitu, terlepas dari imbauan perjalanan dan peringatan yang dikeluarkan pemerintah, travelers tetap harus siap siaga dalam menghadapi situasi tak terduga.
"Kau tidak mau kehilangan ketenanganmu, dan kau tidak mau perhatianmu teralih," ujar Michael Brein, psikolog khusus travel seperti dilansir dari LA Times.
Maka, bagi traveler yang tengah berada di bandara saat kerusuhan, Michael Brein pun memberikan tips traveling agar lekas mencari tempat aman seperti di belakang konter tiket atau kursi.
Sementara, menurut asisten profesor psikologi Avishek Adhikari, ikut panik saat kerusuhan terjadi hanya akan memperparah situasi.
"Berbahaya untuk ikut merasa panik akan masalah yang ada," kata Adhikari. "Jika Anda takut, cobalah untuk melakukan aktivitas lain untuk mengalihkan pikiran."
Langkah yang disarankan adalah menelepon teman atau keluarga. Selain itu, lakukan juga latihan pernapasan agar pikiran tetap jernih dan waspada terhadap ancaman.
Namun, yang terpenting, turis harus tahu caranya agar tidak disangka sebagai bagian dari demonstran atau kerusuhan.
Baca Juga: Tanggapi Kerusuhan di Hongkong, Pemerintah RI Rilis Imbauan Perjalanan
Untuk itu, travelers sebisa mungkin diminta untuk menghindari kontak dengan warga lokal, baik secara fisik maupun kontak mata.
Selain itu, travelers juga diminta agar tidak berlari saat menghindari kerumunan karena hal tersebut akan membuat mereka terlihat seperti target.
Berita Terkait
-
11 Kantor Pemerintah Dibakar di Puncak Papua, DPR Desak Pemerintah Bongkar Akar Kerusuhan
-
Mal Berpagar Tinggi Simbol Krisis Kepercayaan, Negara Dinilai Gagal Lindungi Rakyat dan Pengusaha
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi