Suara.com - Jika kita melakukan pencarian dengan kata kunci 'mie ayam Jogja' pada direktori google, maka mie ayam Tumini dengan mudah kita temukan bertengger di antaranya.
Mie ayam dengan tagline 'Sari Rasa Jati Ayu' ini merupakan salah satu mie ayam paling populer di seantero Jogja raya.
Saking terkenalnya, nyaris dalam sehari, 700 mangkuk warung mie ayam Tumini ludes terjual.
Warung mie ayam Tumini mulai beroperasi pukul 10.00 hingga 17.00 WIB setiap harinya.
Kita dapat dengan mudah melacak alamat mie ayam Tumini yang tak jauh dari pintu masuk terminal Giwangan, tepatnya di Jalan Imogiri Timur Nomor 187 Umbul Harjo, Yogyakarta.
Posisinya yang berada di lingkar luar kota Jogja, menyebabkan mie ayam Tumini juga punya predikat lain 'Mie Ayam Ndeso'.
Mie-nya yang diracik mandiri berukuran cukup tebal dan kenyal. Rasanya yang 'njawani' berasal dari kaldu kental bercita rasa manis, gurih dan kaya rempah.
Nyaris tak bercela, kenikmatan mie ayam Tumini kian sempurna dengan potongan ayamnya yang melimpah. Pula kelezatan cekernya yang lembut dan gurih saat dihisap.
Bayangkan 50 kilogram ayam dihabiskan dalam sehari demi menyajikan ratusan mangkuk teruntuk penggemar setia mie ayam Tumini.
Baca Juga: Pecinta Mie Ayam Wajib ke Sini, Menikmati Seporsi Mie Pinangsia Surabaya
Ditambah 70 kilogram tepung untuk menghasilkan mie tebal kaya rasa tersebut.
Ada berbagai varian sajian yang dapat kita nikmati di warung mie ayam Tumini: dari mie ayam ceker, mie ayam jumbo, mie ayam ekstra ayam dan ekstra sawi, hingga mie tanpa ayam untuk kamu yang tidak bisa makan daging.
Harga mie ayam Tumini per porsinya pun sangat terjangkau. Bermodal Rp 8.000 kita dapat memperoleh satu porsi mie ayam biasa. Jika ingin porsi lebih besar, kita dapat mencicipi mi ayam jumbo seharga Rp 10.000.
Meskipun memiliki ratusan penggemar setia, warung mie ayam Tumini tidak memiliki cabang lain.
Jadi harap sabar mengantre jika ingin mencicipi kelezatan mie ayam legendaris ini ya.
Tag
Berita Terkait
-
Google Siapkan 'Pixel Glow' dan Chip Tensor G6 untuk Dominasi HP Lipat 2026
-
Gemini Spark Hadir di Indonesia: Agen AI 'Mandiri' yang Bekerja 24/7 Saat Anda Tidur
-
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Tentang Bertahan Hidup Lewat Hal-Hal Kecil
-
AI sebagai Kompas Inovasi: Bagaimana Google Gemini Ubah Cara Anak Indonesia Belajar dan Berkreasi
-
Bagi-Bagi Google Gemini Plus Gratis 6 Bulan, Bebaskan Fitur AI Canggih untuk Jutaan Pengguna XLSmart
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD