Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB
John Herdman. (pssi.org)
BACA 10 DETIK
  • Timnas Indonesia bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno pada 28 September 2026.
  • Thom Haye menerima kartu merah pada babak pertama pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 tersebut.
  • Pelatih John Herdman menyatakan kartu merah tersebut membantu pemain membangun persaudaraan dan belajar berjuang bersama.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman tidak merasa kartu merah yang dialami Thom Haye menjadi salah satu penyebabnya timnya tak bisa mengalahkan Malaysia.

Bagi juru taktik asal Inggris itu, tampil dengan 10 pemain bisa membuat timnya berkembang.

Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 melawan Malaysia dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB.

Nah, dalam laga itu Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 pemain setelah Thom Haye diganjar kartu merah di pertengahan babak pertama.

Tampil dengan 10 orang membuat jalannya laga menjadi berbeda. Sebelum Haye diusir wasit, Kevin Diks dan kawan-kawan menguasai jalannya laga.

Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 orang saat melawan Malaysia pada pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam. [Istimewa]

"Saya telah berada di dunia sepak bola selama 25 tahun, melewati beberapa Piala Dunia dan Olimpiade. Saya pernah mengalami keberuntungan maupun nasib buruk terkait keputusan wasit dalam berbagai pertandingan, dan apa yang saya pelajari adalah semua itu akan menjadi seimbang seiring berjalannya waktu," kata John Herdman dalam konferensi pers usai laga.

"Malam ini, kami mendapat kartu merah, dan menurut saya kartu merah tersebut justru memberikan kesempatan bagi para pemain ini untuk membangun persaudaraan, serta belajar bagaimana berjuang bersama di momen krusial demi negara mereka. Untuk terus melangkah dan terus berjuang," ia menambahkan.

Bagi John Herdman, Timnas Indonesia membutuhkan momentum kartu merah agar bisa berkembang.

Herdman melihat para pemain sudah bekerja keras tampil dalam tekanan kurang jumlah pemain.

"Jadi, Anda mungkin melihat kartu merah tersebut sebagai sebuah kutukan, tetapi dalam beberapa hal itu adalah sebuah hadiah, karena sebagai bagian dari perjalanan tim ini, kami membutuhkan momen-momen seperti itu," ucapnya.

"Kami perlu memastikan bahwa para pria ini datang ke sini dan berjuang untuk negara ini, karena terkadang hal tersebut masih dipertanyakan."

"Mereka datang ke sini dan berjuang karena mereka peduli, dan mereka ingin menang. Mereka ingin mengangkat trofi seperti yang belum pernah dicapai oleh siapa pun sebelumnya, tidak oleh tim lain, maupun pelatih lain," ia menjelaskan.

Berikutnya, Timnas Indonesia akan menghadapi Bangladesh di laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion GBK, Jakarta pada 1 Oktober.

Selain wajib memenangi pertandingan, skuad Garuda harus bisa menang dengan selisih gol banyak.

Ini karena Malaysia ungguli Timnas Indonesia meski punya poin sama karena selisih gol.

"Mereka bersedia berjuang habis-habisan untuk mencapai hal itu. Dan Anda telah melihatnya sendiri malam ini, saya selalu bangga pada mereka. Jadi, kartu merah itu adalah sebuah hadiah sekaligus kutukan," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com