Suara.com - Disertasi berjudul ‘Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital’ yang dibuat oleh Dosen UIN Surakarta, Abdul Aziz, menjadi viral lantaran isinya yang meneliti keabsahan seks pranikah.
Sontak, banyak pihak bereaksi atas topik disertasi yang dianggap nyeleneh tersebut. Ada keresahan, keprihatinan serta ketakutan dari para orangtua, pengajar, tokoh agama, tokoh masyarakat, bahkan aparat keamanan dan hukum terkait dengan dinamika seks bebas di Indonesia.
Menyoroti hal ini, Putri Langka, psikolog klinis dewasa dari Fakultas Psikologi Universitas Pancasila, mengatakan bahwa kontroversi ini sebenarnya berawal dari curiosity atau keingintahuan seorang akademisi.
"Adalah lumrah kita sebagai akademisi punya keinginan untuk mengulik lebih dalam tentang suatu topik dan kemudian menelitinya. Tapi, penelitian berbeda dengan publikasi. Ketika mempublikasikan hasil penelitian, kita seharusnya aware mengenai dampak sosial yang mungkin terjadi akibat hasil penelitian tersebut," katanya ketika dihubungi Suara.com, Rabu (4/9/2019) lewat telepon.
Namun terlepas dari polemik isi disertasi tersebut, harus diakui bahwa topik mengenai seks memang selalu menarik untuk disimak dan diulas.
"Dalam pandangan Sigmund Freud, ada dua motif dasar perilaku manusia, yaitu agresi dan seks. Jadi, tak heran kalau topik ini menjadi menarik untuk diulas," kata Putri.
Tapi, ketika bicara soal seks bebas, atau seks pranikah, sambung Putri, ada sejumlah dampak yang mengintai manusia.
"Orang akan kehilangan value terhadap keluarga. Untuk beberapa pihak, seks pranikah akan membuat mereka kehilangan hak-haknya, misal jika terjadi kehamilan yang tak diinginkan, itu merampas hak si perempuan. Belum lagi kalau anaknya lahir, ia akan kehilangan hak dari ayah kandungnya. Jadi, lebih merugikan sebenarnya," kata psikolog ini.
Lalu, bagaimana dengan lelaki? Adakah dampak atau kerugian yang dialami lelaki dari seks pranikah ini? Karena selama ini, seks pranikah dianggap menguntungkan bagi lelaki, dan merugikan bagi kaum perempuan.
Baca Juga: Disertasi Seks Pra Nikah, DPR Minta Jokowi Pecat Rektor UIN Sunan Kalijaga
"Tentu saja ada kerugian bagi lelaki. Jika ia dengan mudahnya berganti pasangan, ia berisiko dengan bahaya penyakit, menular seksual."
Dalam pandangan Putri, seks pranikah juga akan meningkatkan angka aborsi. Ini karena mereka melakukannya tidak di dalam sebuah pernikahan, sehingga kehamilan bukanlah tujuan dari seks itu sendiri.
"Jadi, konsep yang paling baik untuk seks memang ada di dalam sebuah pernikahan. Pernikahan akan men-cover semua dampak dari seks, ya kehamilan, memiliki anak, dan legalitas," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
8 Yel-Yel Pramuka Paling Lucu dan Heboh Pakai Nada Lagu Anak, Dijamin Seru dan Bikin Semangat!
-
Diusir Pelatih FC Twente, Mees Hilgers Buka Suara Akui Didekati Feyenoord
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026
-
Kenaikan Harga Beras dan Rokok Dorong Warga Hampir Miskin Jatuh ke Jurang Kemiskinan
-
Mengenal Fenomena 'Deskilling': Benarkah AI Perlahan Menurunkan Keterampilan Berpikir Manusia?
-
Aturan BPJS vs Ekspektasi Pasien: Siapa yang Sebenarnya Perlu Disalahkan?
-
Sawah Terendam Rob Disulap Jadi Wisata Kano, Begini Penampakannya
-
Rincian Bunga Deposito BRI dan BNI Terbaru Tahun 2026
-
Komisi IX DPR Kecam Oknum Nakes yang Diduga Nirempati pada Yurizal: BPJS Bukan Pasien Kelas Dua
-
Panduan Susunan Upacara Bendera 17 Agustus di Sekolah Lengkap dari Awal sampai Akhir