Suara.com - Nama Yakult, produk minuman susu probiotik asal Jepang, tentu sudah tak asing bagi kita. Bukan cuma di Indonesia, minuman ini digemari di berbagai belahan dunia.
Yakult pertama dibuat dan diluncurkan karena alasan kesehatan. Namun, kini banyak orang yang menggemari Yakult sebagai minuman dan kerap bertanya kenapa tak ada varian Yakult ukuran besar.
Meski begitu, perusahaan Yakult di Jepang ternyata punya alasan bagus untuk membuat produk mereka tetap berukuran kecil.
Dikutip dari Nextshark, ukuran botol yang kecil membantu untuk meminimalisir kemungkinan kontaminasi pada bakteri Lactobacillus paracasei Shirota yang ada dalam Yakult.
Menurut laman perusahaan Yakult, ada 30 juta bakteri baik Yakult yang terkandung di setiap botol.
"Botol kecil jauh lebih higienis," jelas Yakult. "Botol ukuran besar mungkin tidak akan habis diminum dalam sekali waktu, sehingga punya risiko lebih besar terinfeksi bakteri lain."
"Membuka dan menutup botol ukuran besar berulang kali dapat berujung pada menurunnya jumlah bakteri probiotik."
Sebagai minuman probiotik, Yakult pun tidak disarankan untuk dikonsumsi sebagai pereda dahaga. Satu botol Yakult sebenarnya sudah cukup untuk menjaga kesehatan tiap harinya.
"Jika Yakult dijual dalam botol besar, orang-orang akan minum lebih banyak dari yang dibutuhkan. Ini tidak berbahaya, tapi harganya bisa lebih mahal," tambah pihak Yakult.
Baca Juga: Dari Jari Kaki sampai Air Mata Tuna, Ini 5 Minuman Teraneh di Dunia
Berita Terkait
-
Yakult Stroberi Hadir di Indonesia, Probiotik dengan 6,5 Miliar Bakteri Baik Plus Vitamin D
-
Bye Kulit Rewel! Ini 4 Moisturizer Probiotik untuk Memperkuat Skin Barrier
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
4 Toner Korea Probiotik, Rahasia Wajah Terhidrasi dan Skin Barrier Kuat!
-
7 Merek Probiotik Anak Terbaik yang Ampuh dan Ramah di Kantong, Harga Mulai Rp10 Ribuan
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Begini Strategi Rebranding Emiten Bank BCIC
-
3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
-
IHSG Masih Bergerak di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau ASGR
-
Wajib Punya! 5 Parfum Vanilla-Floral Lokal & Mewah yang Bikin Jatuh Cinta
-
Sering Tertukar? Ini Cara Mudah Membedakan Soal Cerita KPK dan FPB dalam Matematika
-
Sejumlah Pejabat Polda Riau Dimutasi, Karo SDM hingga 3 Kapolres
-
Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi
-
Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh
-
Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha
-
Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis