- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melemah di level 6.511 sebelum berbalik menguat tipis ke 6.518 pada Senin pagi, 31 Agustus 2026.
- Sebanyak 329 saham menguat dan 181 saham merosot dengan total nilai transaksi mencapai Rp1,19 triliun di awal sesi perdagangan.
- Analis memproyeksikan IHSG bergerak terbatas akibat tekanan sentimen global suku bunga The Fed dan penantian data ekonomi nasional.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada awal perdagangan, Senin, 31 Agustus 2026. IHSG dibuka melemah ke level 6.511.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG justru berbalik menguat tipis 0,01 persen ke level 6.518.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 2,60 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,19 triliun serta frekuensi sebesar 185.090 kali.
Di waktu itu, terdapat 329 saham menghijau, sedangkan, 181 saham merosot. Sisanya, 453 saham masih belum bergerak alias stagnan.
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- SSTM
- OILS
- LAPD
- MBAP
- ASGR
Top Loser
- TMPO
- SHIP
- KKES
- GRPH
- BAPA
Proyeksi IHSG
IHSGdiperkirakan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini.
Pergerakan laju indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut dibayangi oleh tekanan sentimen global terkait arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), serta penantian rilis data ekonomi nasional.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG pada awal pekan bergerak campuran (mixed) dengan kecenderungan melemah. Secara teknikal, pergerakan IHSG diproyeksikan berada dalam rentang level support 6.430 dan resistance 6.606.
"IHSG awal pekan depan kami perkirakan bergerak mixed cenderung melemah dalam rentang level support 6.430 dan resistance 6.606 dengan indikator MACD menunjukkan tren yang landai, dan RSI bergerak turun,” ujar Oktavianus.