Suara.com - Gelar Duta Bahasa Nasional, Kemendikbud Ajak Pemuda Cinta Bahasa dan Fasih Berbahasa Asing,
Program Duta Bahasa Nasional akhirnya digelar oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Menurut siaran pers yang diterima Suara.com, Senin (9/9/19), program ini merupakan pembinaan kebahasaan dan kesastraan bagi generasi muda, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsi bahasa Indonesia, daerah, dan asing sesuai dengan ranah penggunaannya, guna memperkuat jati diri dan daya saing bangsa.
Ni Putu Ayu Widari, M.Pd, pengkaji Kebahasaan dan Kesastraan Badan Bahasa dan Perbukuan, Kemendikbud mengatakan, selain pengutamaan bahasa Indonesia, penguasaan bahasa asing juga menjadi kompetensi yang sangat penting dimiliki oleh generasi muda Indonesia saat ini.
"Hal itu dikarenakan era globalisasi saat ini menuntut generasi muda untuk menjadi warga dunia. Pentingnya kemampuan berbahasa asing juga dimaksudkan untuk keperluan diplomasi lunak kenegaraan dan penginternasionalan bahasa Indonesia itu sendiri," kata dia.
Oleh karenanya, lanjut Ni Putu, para Duta Bahasa Nasional harus mampu merealisasikan Trigatra Bahasa yaitu mengutamakan pemakaian bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing dalam bentuk kegiatan-kegiatan konkret di masyarakat.
Dharma Rivaldo Huseini, mahasiswa tingkat akhir Universitas Indonesia terpilih sebagai Pasangan Terbaik I (Pertama) Duta Bahasa Nasional 2019 dalam program yang diikuti oleh 62 peserta yang mewakili 34 provinsi di Indonesia dengan rentang usia antara 18 hingga 25 tahun ini.
Ia mengungkapkan motivasinya mengikuti program Duta Bahasa. Dari kecintaannya membaca buku dan dunia literasi, Valdo sapaan akrabnya, sukses didapuk menjadi Abang None Buku atau Duta Baca dan Duta Perpustakaan untuk wilayah Jakarta Barat.
Prestasi inilah yang mengantarnya mengikuti pemilihan Duta Bahasa yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa.
Dia juga menjelaskan bahwa program Duta Bahasa tidak hanya tentang Bahasa akan tetapi juga terkait literasi.
Baca Juga: Menteri Yohana Sebut 4 Alasan Orangtua Harus Ajarkan Anak Bahasa Asing
Di Indonesia, dua hal ini (kebahasaan dan literasi) memang menjadi sorotan dan merupakan rencana strategis (renstra) pemerintah. Mengapa literasi? Menurutnya literasi adalah seperangkat kemampuan yang penting dan harus dimiliki individu untuk mengakses, memahami dan menggunakan segala sesuatu, karena segalanya yang dilakukan dalam hidup ini adalah literasi.
"Literasi ada banyak, ada literasi digital, finansial, dan sebagainya. Untuk saat ini, khususnya pada generasi milenial, tidak dapat dipungkiri kita terkena dampak dari era globalisasi. Bahasa asing memang sangat diperlukan, tapi yang perlu diingat adalah jangan sampai dengan adanya bahasa asing ini kita melupakan Bahasa Indonesia," ungkap Valdo.
Oleh karenanya, lanjut dia, penting adanya kesadaran dari kita untuk mengutamakan dan melestarikan Bahasa Indonesia, serta menguasai bahasa asing dengan baik sehingga mampu menggunakannya sesuai tempat atau kondisi.
Untuk dapat mencintai bahasa kita sendiri, Valdo berpesan agar kita mau untuk lebih mengenal lagi bahasa kita dengan baik.
"Jika kita sendiri sebagai bangsa Indonesia tidak bangga menggunakan bahasa kita, lalu bagaimana kita mau mengangkat Indonesia di mata dunia?” kata Valdo.
Program Duta Bahasa Nasional juga didukung oleh EF English First (EF), dengan mengirimkan salah satu guru penutur asing (native teacher) sebagai juri dalam penilaian Pengetahuan Kebahasaan dan Keterampilan Berbahasa Asing pada Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2019 di Jakarta.
"Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik undangan dari Badan Pengembangan Bahasa Kemendikbud untuk berpartisipasi dalam penjurian pemilihan Duta Bahasa Nasional 2019, karena bagi kami hal ini merupakan bentuk keterbukaan dan kesempatan dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para calon Duta Bahasa Nasional," tutup JuIi Simatupang, Director of Corporate Affairs EF Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan
-
Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api
-
Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?
-
Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen
-
Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya
-
Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara
-
ADA Band Genap 30 Tahun, Siap-Siap Nostalgia di Remember Fest x Cube Concert November Nanti
-
Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02
-
Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru
-
Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS