Suara.com - Ada berbagai cara untuk menyatakan cinta atau menembak gebetan. Namun, sepertinya menyatakan cinta lewat kata sudah terlalu biasa untuk anak IT satu ini.
Akun Twitter @dhiyagalih "Diul" menceritakan pengalaman temannya menyatakan cinta dengan cara yang tidak biasa dalam sebuah thread.
Diul memiliki teman sekelas bernama Adam dan Putri (keduanya bukan nama asli). Mereka bertiga adalah anak IT, SMK jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
Baik Adam dan Putri adalah murid unggulan di jurusan dan angkatan mereka. Dalam segi fisik pun mereka sama-sama menawan, cocok untuk menjadi pasangan.
Rupanya, Adam menyimpan rasa pada Putri. Ia pun mulai mendekati Putri dengan mengirim voice note berupa suara gitar yang ia mainkan. Diul mengatakan Adam memang terkenal jago main gitar.
Banyak teman-temannya mendukung Adam untuk segera menembak Putri. Namun Adam tidak mau pakai cara yang mainstream. Ia pun memutuskan untuk membuat aplikasi khusus.
"Hari-H tembak menembak. Pulang sekolah si Adam ngajak Putri ke rumah makan deket sekolah. Gak cuman Putri doang, sih. Anak anak juga pada ikut, ya alesan ke si Putri biar ga curiga," tulis Diul.
Sesampainya di sana, Adam memanggil Putri untuk duduk berdua. Ia lalu mengeluarkan laptop dari tas dan menunjukkan aplikasi yang sudah dibuatnya.
Ia minta Putri untuk menilai aplikasi tersebut bagus atau tidak. Namun yang terpampang di layar laptop malah kata-kata manis nan puitis.
Baca Juga: Awas Baper! Polisi Ini Berikan Petuah Cinta
"Selamat sore calon semestaku boleh aku mengungkapkan sesuatu? Tentang rasa yang belum menjadi satu tentang memiliki yang belum aku dapati. Semoga kau tak keberatan atas perbincangan ini biarkan ketik menjadi mediaku untuk mengantar frekuensi di saat bibir tak mampu mengutarakannya," demikian tulisan yang tercantum pada aplikasi tersebut selanjutnya.
Masih berlanjut, slide tersebut memunculkan judul "Tentang Rasa".
Pada slide terakhir, Adam memberi pilihan "Yes or No" untuk pertanyaan "Maukah kau, menjadi semestaku?"
Ternyata perjuangan Adam untuk mengungkapkan perasaan berbuah manis, si Putri menerima cintanya. Hal itu terlihat dari tulisan "Congratulation!"
"Simple, sih, gais. Kalau si Putri nolak si Adam, aplikasinya bakal balik lagi ke halaman login yang artinya Putri milih keluar dari hidupnya Adam," tutup Diul.
Hingga artikel ini naik, thread tersebut sudah menarik lebih dari 2600 likes dan 590 retweets. Bagaimana? Apakah kamu jadi terpikir untuk menyatakan cinta dengan cara tak biasa juga?
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
6 Rekomendasi Parfum Aroma Susu yang Creamy dan Bikin Ketagihan
-
Efek Domino Penutupan PT Samwon: Runtuhnya Rantai Ekonomi dan Harapan Warga Jepara
-
Apa Perbedaan Lipstik Cair dan Lipstik Padat?
-
Kongres 3 Organisasi Kedokteran, Satukan Visi Hadapi Tantangan Penyakit Pencernaan dan Hati
-
Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook
-
Jajan di Event Bergengsi Tak Harus Mahal, UMKM Piala Presiden 2026 Bikin Kantong Aman
-
Review Drama The Scarecrow, Teka-Teki Pembunuhan Berantai Tiga Dekade
-
Bukan Sekadar Proker, Ini 8 Soft Skill Berharga yang Diam-Diam Terasah Saat KKN
-
BK DPRD Masih Periksa 2 Kader Golkar Riau Terkait Kerusuhan di Gedung Dewan
-
Cak Imin Rayu Parpol Ubah 108 Undang-undang Demi Prabowonomics