Suara.com - Kabar gembira, pada 27 September mendatang, pemerintah Arab Saudi berencana meluncurkan Visa on Arrival yang berlaku untuk 51 negara terpilih.
Negara-negara tersebut antara lain Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, Korea Selatan, Italia, Islandia, Prancis, Norwegia, Spanyol, Yunani, Belanda, Rumania, Denmark, Estonia, Finlandia, Singapura, dan Malaysia.
Meski masih dirahasiakan, jumlah negara yang mendapatkan hak istimewa ini akan bertambah pada kuartal pertama tahun 2020 mendatang.
Visa on Arrival Arab Saudi akan berlaku selama satu tahun sejak tanggal penerbitannya dan hanya dapat digunakan per satu kali kunjungan selama tiga bulan. Serta tak lebih dari 180 hari dalam setahun.
Untuk memperoleh visa ini kita harus menyiapkan dana setara Rp 1,12 juta per orang. Selain itu, terdapat syarat lain seperti para pemohon harus berusia minimal 18 tahun. Sementara para wisatawan yang belum cukup umur harus memiliki pendamping sebagai walinya.
Para pemohon juga harus mematuhi perjanjian tertulis untuk menghormati adat dan tradisi Arab Saudi. Jika melanggar, otoritas Arab Saudi berhak melakukan tindakan tegas dengan menghentikan segala aktivitas bahkan mendeportasi wisatawan yang tak patuh aturan.
Seperti diketahui, keuntungan menggunakan Visa on Arrival, yakni kita tak perlu lagi repot menyiapkan dokumen dan visa sebelum keberangkatan. Para wisatawan hanya perlu mengurus visa setibanya di bandara. Selain itu, kita juga dapat mengeksplorasi keindahan Arab Saudi, dan umat muslim dapat menyambangi Mekkah serta Madinah di luar musim Haji.
Deretan bandara di Arab Saudi yang melayani Visa on Arrival, antara lain Bandara King Abdulaziz di Jeddah, Bandara King Fahd di Dammam, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, King Fahd Causeway, serta Bandara Prince Muhammad Bin Abdulaziz di Madinah.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Hanya Ibadah, Wisata Halal Arab Saudi Kini Tawarkan Pengalaman Lebih Beragam
-
Kenapa Amerika Serikat Tangguhkan Permohonan Visa Imigran dari Seluruh Dunia?
-
Apa Itu Visa H-1B Amerika Serikat? AS Mau Naikkan Biaya Pengajuannya Sampai Rp 1,82 Miliar
-
Mau Akses Nuklir dari AS, Arab Saudi Harus Berteman dengan Israel
-
Prediksi Al-Ettifaq vs Al-Nassr: Duel Tim Teratas, Akankah Ronaldo Main?
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Dihadang Barikade Polisi, Massa Mahasiswa Tertahan di Senayan Park Saat Menuju Gedung DPR
-
Bukan di DPR, Front Mahasiswa Nasional Pilih Demo di Istana untuk Sampaikan 10 Tuntutan
-
Botok: Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Desember, Dasco, Saan, dan Cucun Siap Mundur
-
Hakim Tolak Perlawanan Yaqut Cholil Qoumas, Sidang Korupsi Kuota Haji Berlanjut!
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
Terkini
-
100 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Kemungkinan Tersapu Air Bah
-
Dari Paylater ke Mindful Spending: Saat Gen Z Lebih Bijak Kelola Keuangan
-
Banjir Masih Menghadang, Pengamat Kritik Pembangunan Kota Semarang: Cuma Reaksi Sesaat?
-
Gelar Sarjana Bukan Tiket Emas: Kenapa Lulusan Baru Susah Dapat Kerja?
-
Pria Asal Bekasi Diciduk Polisi Usai Ajak Kepung DPR
-
Prabowo-Gibran Hadiri Muktamar NU ke-35 di Jombang, Disambut Kiai dan Tokoh Nasional
-
Demo DPR Bikin Warga Ogah ke Mal, Gerai Pertokoan Tampak Sepi
-
Majalah Trubus dan Cara Uniknya Membawa Agrikultur ke Meja Pembaca
-
Tren Gila Industri Otomotif China yang Luncurkan Tiga Model Mobil Baru Setiap Hari
-
Massa Padati Gedung DPR Tapi Tak Ada Mobil Komando, Mahasiswa Orasi Pakai Toa Seadanya