Suara.com - Selisih paham, masalah, hingga membuat kamu dan si dia menjadi bertengkar adalah lika-liku hubungan asmara yang wajar terjadi.
Namun, jangan sampai bertengkar membuat kalian saling menyakiti satu sama lain. Bagaimanapun, harus sama-sama bersikap dewasa dalam menghadapinya.
Paling tidak ketika bertengkar, kalian bisa segera berbaikan kembali. Jangan sampai apa yang kita lakukan memperburuk keadaan karena salah bersikap.
Di bawah ini ada beberapa sikap yang harus dihindari setelah bertengkar dengan pasangan. Diharapkan masalah yang ada bisa segera terselesaikan dengan baik dan hubungan kembali membaik.
1. Saling diam
Benar bahwa kita akan membutuhkan ruang untuk sendiri setelah bertengkar. Tapi jangan sampai berlebihan saat ngambek dan saling diam terlalu lama.
Kalau memang kita butuh waktu untuk menyendiri selama beberapa waktu, sebaiknya jujur saja. Misalnya, kita butuh waktu satu hari untuk menenangkan diri, maka katakan pada pasangan mengenai kebutuhan tersebut.
2. Membuat pembelaan atas masalah yang sedang terjadi
Mungkin kita bertengkar karena kondisi tubuh sedang sangat capek. Sehingga satu masalah kecil saja bisa langsung membuat kita marah.
Baca Juga: Jangan Jaim, 4 Manfaat Jadi Diri Sendiri Depan Pasangan
Namun sebaiknya hindari membuat pembelaan setelah pertengkaran usai. Mencari-cari alasan untuk membela diri dan menyalahkan pasangan atas pertengkaran yang terjadi hanya akan membuat keadaan makin runyam.
3. Tidak peduli dengan kebutuhan pasangan
Bila pasangan kita mengatakan ia butuh waktu untuk menjernihkan pikirannya, kita perlu memberinya ruang. Tak perlu merasa tersinggung atau marah bila pasangan ingin waktu untuk sendiri selama beberapa waktu.
4. Mengatakan maaf tapi tidak tulus
Hanya asal mengatakan maaf setelah bertengkar bisa menyulut pertengkaran baru. Kalau kata maaf tidak tampak ada ketulusan serta niat untuk memperbaiki keadaan, maka nantinya masalah baru akan muncul.
Bila masih sama-sama emosi dan belum tenang, tenangkan diri dulu. Baru ketika pertengkaran reda dan lebih tenang, baru utarakan kata maaf yang tulus dari dalam hati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kapan Hari Ayah di Indonesia? Beda dengan Tanggal Internasional, Ketahui Sejarahnya
-
Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya
-
Apa Itu Sillage Parfum? Ini 4 Rekomendasi Lokal yang Wanginya Semerbak saat Lewat
-
4 Cushion yang Tidak Luntur saat Berkeringat, Cocok untuk Aktivitas Seharian
-
30 Kata-Kata Hari Ayah Sedunia dalam Bahasa Inggris untuk Caption dan Story, Penuh Makna
-
Membaca, Menjelajah Kota, dan Bertemu Orang Baru Bersama LiteraTOUR
-
25 Ucapan Hari Ayah Sedunia 2026 yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna
-
4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
-
Tren Perawatan Non-Bedah Meningkat, Ini Manfaat dan Risikonya
-
Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya