Suara.com - Selain sebagai identitas budaya, batik menjadi salah satu wastra yang dinilai sangat penting karena menggambarkan corak dan motif yang beragam, yang masing-masing memiliki filosofi tersendiri.
Pada 2 Oktober 2009, batik berhasil diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Hal ini pulalah yang menjadikan tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Batik Nasional.
Dalam rangka merayakan Hari Batik Nasional tahun ini, berikut empat kreator lokal batik Indonesia yang bisa Anda kenal. Masing-masing memiliki desain batik yang modern, chic, dan kekinian untuk digunakan sehari-hari. Nah, berikut daftarnya, seperti yang dikutip dari siaran pers Tokopedia.
1. Warangka Batik
Warangka Batik didirikan pada tahun 2015, dengan ambisi mempromosikan warisan Indonesia ke dalam industri fesyen dengan desain berkelas, modern, dan bijaksana.
“Warangka Batik adalah brand yang memiliki idealisme untuk melestarikan batik, sebuah mahakarya kebudayaan asli Indonesia yang di dalam proses pembuatan motifnya terkandung makna yang mendalam. Di masa sekarang ini, masyarakat Indonesia bukan saja harus bangga ketika menggunakan batik, tetapi juga harus melestarikannya ke anak cucu kita kelak agar ‘nyawa’ dari batik itu sendiri bisa tetap hidup di pangkuan Ibu Pertiwi," kata Creative Director Warangka Batik, Ryxzy Joehana.
Tak hanya itu, Warangka Batik juga berkomitmen untuk terus berusaha menciptakan desain batik modern agar terlihat up-to-date dan juga tetap ada sentuhan khas Indonesia.
Salah satu ciri khas dari Warangka Batik adalah dengan mengubah kain batik menjadi pakaian perempuan sehari-hari yang minimalis modern namun klasik dan mudah dipakai. Warangka Batik percaya bahwa duet konsep modern dan klasik akan menjadi desain yang terus bertahan, terlepas dari tren yang sangat dinamis dalam industri fesyen.
2. Rianty Batik
Baca Juga: Peduli Lingkungan, Galeries Lafayette Dukung Desainer Sustainable Batik
Batik asal Yogyakarta merupakan jenis batik yang telah dikenal tak hanya di dalam negeri, namun juga di kancah internasional. Rianty Batik, brand yang diusung pengusaha lokal Yogyakarta, Aditya Suryadinata, terus berusaha memperkenalkan batik ke luar negeri.
“Rianty Batik memiliki tema Pesona Budaya Nusantara, di mana kami terinspirasi dari warna-warna kehidupan dan berbagai bentuk keindahan nusantara. Rianty Batik cocok dipakai di setiap perjalanan konsumen, baik di tempat kerja, pesta, hangout, maupun acara penting lainnya. Dengan mengenakan Rianty Batik, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri dan bangga atas warisan budaya nusantara," kata Aditya.
Tak hanya batik dari Yogyakarta, Rianty Batik kini telah bekerja sama dengan ribuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) batik di berbagai daerah. Ribuan UMKM tersebut tersebar di Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Cirebon, dan berbagai kota di Indonesia yang telah memiliki produk kerajinan batik.
3. Kencana Pajajaran
Kencana Pajajaran didirikan pada tahun 2013 oleh seorang kreator lokal batik asal Bandung, Jawa Barat, yang bernama Affandi. Kencana Pajajaran memberdayakan perajin lokal batik asal Bandung, Cirebon, Solo, dan Pekalongan untuk mengembangkan usaha mereka.
"Dewasa ini, stigma pandangan dari batik adalah sesuatu yang lawas dan hanya bisa dipakai oleh para pegawai atau orang tua saja. Hadirnya Kencana Pajajaran Batik menjadikan batik sebagai lini fesyen yang mengikuti perkembangan zaman tanpa merubah pakem fondasi pembuatan batik itu sendiri," ungkap Founder Kencana Pajajaran, Affandi Setiawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Maulid Nabi 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Liburnya
-
Impact Investing Indonesia Tembus 1,5 Miliar Dolar AS, Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Dampak
-
Harga Emas di Pegadaian Naik! Cek Rincian Logam Mulia Galeri24 dan UBS Hari Ini
-
Mengapa Sepatu Putih Berubah Kuning setelah Dicuci? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
-
Kumpul Jelang HUT RI, Sekjen Koalisi Prabowo Bahas Penguatan Kabinet dan Masalah Puluhan Tahun
-
Jembatan Putus Way Pengubuan Belum Juga Diperbaiki
-
Nasib ABK WNI Pascaserangan kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandeb Yaman Masih Dicari
-
Saham BUMN Ada yang Berpotensi Delisting, Danantara Mau Fokus Ini
-
Kinerja Bank Besar Melaju Pada Kuartal II, BFIN dan BBCA Jadi Saham Kejutan
-
Lockbox Terasa Seperti Dua Film yang Dipaksa Menjadi Satu