Suara.com - Boleh Ditiru, 5 Tips Bijak Kelola Sampah Makanan Demi Jaga Lingkungan
Sampah masih menjadi persoalan di republik ini, tidak hanya sampah plastik, sampah makanan juga masih jadi persoalan. Tak main-main, Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara penghasil sampah makanan terbesar di dunia, setelah Arab Saudi.
Bukan hanya sampah makanan rumahan, tapi juga aneka sayur mayur yang kualitasnya tidak layak jual di pasar, lalu dibuang. Tak jarang sampah sayur ini dibiarkan begitu saja hingga membusuk di pembuangan pasar.
Lalu apa yang bisa dilakukan? CEO sekaligus Founder Ranum Farm Azmi Basyarahil mengatakan solusinya bisa dilakukan dengan mempersingkat durasi makanan untuk cepat sampai ke meja makan.
Ia pun memberikan tips mengelola sampah makanan, apa saja?
1. Cek persediaan makanan
Buka lemari pendingin, apa saja makanan yang masih tersisa. Pikirkan dari mana, siapa yang membuat, dan berapa harga yang dikeluarkan untuk mendapatkan makanan tersebut. Cara ini akan sangat efektif membuat kita berpikir ulang untuk membuang makanan.
"Agar tidak pusing mengurusi orang, masing-masing dari kita bisa menyadari, ada kisah meja makan, sepulang dari sini cek kulkas kita, kita price belanja dimana, dan sudah disimpan berapa lama," ujar Azmi di @amerika, Pacific Place, Jakart Selatan, Jumat (4/10/2019).
2. Belanja cerdas
Baca Juga: Terekam Kamera, Awkarin Pungut Sampah Pasca Demo di Depan Gedung DPR
Belanja cerdas bukan sekedar mencari diskonan tapi tidak memperhatikan kebutuhan, dan hanya sekedar keinginan. Bisa juga dilakukan dengan mengenal pada siapa kita membeli, siapa yang menghasil barang seperti petani, nelayan, peternak dan sebagainya.
"Masalah bukan ada di kebun atau petaninya, sering masalahnya di konsumen. Aroma busuk, perlakukan ngawur seenaknya memperlakukan sayuran, kalau petani melihat mereka akan sedih," tutur Azmi.
Ingin tahu tips lainnya mengelola sampah makanan, cek halaman selanjutnya ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan