Suara.com - Lebih dulu dikenal sebagai konten kreator dan pekerja seni, Arief Muhammad ternyata juga terjun ke dunia bisnis, salah satunya bisnis properti yang ia namai Ternak Kostan. Saat ini, Ternak Kostan sudah ada di Yogyakarta dan Tangerang, serta menyusul di Bandung dan Malang dalam waktu dekat.
Kedua kota pertama sengaja dipilih Arief mengingat target marketnya adalah pelajar atau mahasiswa. Dan sebagai pemilik kos, sekaligus orang yang pernah hidup di kos selama 6 tahun lamanya, Arief pun membeberkan kriteria tempat kos yang diincar para milenial saat ini, baik yang berstatus sebagai pelajar, mahasiswa, atau pekerja.
1. Keamanan
Menurut Arief, meski berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, para milenial ini punya 'harta' yang berharga yang harus dijaga, yaitu laptop yang dipenuhi materi pelajaran dan perkuliahan. Benda yang satu itu hilang, habislah semua. Itu sebabnya, keamananan jadi hal yang utama.
"Kita nggak mau kan, itu hilang. Makanya di kos aku, aku taruh CCTV di semua sudut kecuali kamar, semua ter-cover CCTV," ujar Arief dalam acara peluncuran OYO Life di Satrio Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).
2. Kebersihan
Syarat ini bagi Arief adalah hal mutlak, karena ia tidak ingin kenyamanannya beristirahat terganggu karena kondisi kos yang kotor. Adanya fasilitas petugas kebersihan akan sangat membantu. "Males banget, kan, ngekos di tempat yang jorok, jadi kebersihan itu sudah absolut," ungkapnya.
3. Manajemen kos
Sebagai mantan anak kos yang kini menjadi bapak kos, Arief setuju jika ibu dan bapak kos yang menyebalkan sering membuat penghuni kos tidak nyaman. Menyebalkan dalam hal ini adalah dalam hal pengelolaan manajemen kos yang buruk.
4. Fasilitas
Fasilitas tambahan memang bisa menjadi daya tarik. Tapi, jenis fasilitas ini tak bisa disamakan antar kos. Fasilitas pendingin udara atau AC, misalnya, menurut Arief, sangat tergantung pada lokasi di mana rumah kos dibangun. Seperti di Bandung dan Yogyakarta yang dataran tinggi, AC pastilah tidak dibutuhkan, sama halnya dengan air panas.
"Sama seperti water heater, nggak semua tempat butuh water heater. Ada tempat yang panas, jadi anak-anak maunya mandi air dingin. Jadi sebenernya relatif sih kalau fasilitas," ungkapnya.
5. Akses internet dan wifi
Jika zaman dahulu banyak tempat kos yang menawarkan televisi kabel, berbeda dengan zaman sekarang di mana akses internet dengan wifi menjadi prioritas para pencari kos. Saat ini, tidak semua orang mau menonton televisi, tapi yang mereka lebih butuhkan adalah akses internet.
Baca Juga: Arief Muhammad: Aku ke Amerika Naik First Class, 3 Jam Sampai
"Kalau dulu ada televisi kabel, kalau sekarang menurut gue nggak kepakai, sih. Anak kos sekarang kalau cari tempat kos, hal yang pertama ditanyain ada wifi-nya nggak, itu hal wajib," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek