Suara.com - Bagi negara-negara yang terletak di belahan bumi utara, bulan Oktober identik dengan musim gugur dan daun-daun yang berubah warna menjadi kuning kecokelatan. Sayangnya, hal tersebut tak berlaku di Indonesia yang merupakan negara tropis.
Meski begitu, travelers tak perlu pergi ke luar negeri demi merasakan indahnya musim gugur. Pasalnya, sebuah hutan di Gunungkidul, Yogyakarta siap menyajikan panorama ala musim gugur yang cantik.
Hutan yang dimaksud adalah hutan jati di daerah Playen, Gunungkidul. Hutan ini sempat menjadi viral beberapa bulan lalu.
Berkunjung kemari, wisatawan akan disambut dengan pepohonan jati yang sudah gundul.
Sementara, daun-daun yang berwarna kecokelatan dan tengah meranggas karena musim kemarau akan terlihat menghiasi permukaan tanah dan jalanan.
Sejak menjadi viral, banyak wisatawan yang ingin berkunjung kemari untuk merasakan suasana khas musim gugur di luar negeri.
Tak hanya berfoto di antara pepohonan yang tengah meranggas, travelers pun bisa berfoto di jalanan yang ada.
Selain itu, travelers juga disarankan untuk membawa properti atau mengenakan pakaian khas musim gugur agar foto yang didapat terlihat makin instagenic.
Hutan jati ini sendiri sebenarnya terletak di hutan pembibitan Jati Unggul Nusantara (JUN) dan kerap disebut juga dengan nama Hutan Jati Banyusoco, Playen.
Baca Juga: 6 Lokasi di Prefektur Kanagawa untuk Menikmati Musim Gugur
Untuk mencapai tempat ini, travelers harus siap berkendara sekitar 45 kilometer dari pusat kota Yogyakarta atau kurang lebih 1 jam.
Meski hutan jati di Playen ini indah saat musim kemarau, namun suasananya yang hijau di kala musim hujan pun tak kalah indah.
Nah, tertarik melewatkan musim gugur di hutan jati di Playen, Gunungkidul, Yogyakarta ini?
Berita Terkait
-
Family Treasure Hunt 2026: Berburu Harta Karun Bersama Keluarga
-
Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta
-
Sukacita Gamelan: Yogyakarta Gamelan Festival ke-31 Merayakan Spirit Kebersamaan
-
Melihat KDMP Tamanmartani, Potret Ideal Koperasi Desa Modern di Indonesia
-
Kolaborasi Unik Meriahkan Saemen Fest 2026, "Sapu Jagat" dan "Sujud" Bergema Beruntun
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan