Suara.com - Begini Kiat Bisnis Kuliner Ayam agar Semakin Inovatif Tahun 2020
Sepanjang tahun 2019, kuliner berbahan dasar ayam tumbuh pesat. Pelaku bisnis saling latah mengambil kesempatan menjajal bisnis kuliner ayam dengan sambal yang sedang hype.
Dikatakan oleh Chef Arnold Purnomo, kuliner ayam pada 2020 masih akan bertahan. Hal itu dikarenakan ayam memiliki peminat yang cukup tinggi di kalangan masyarakat. Hanya saja, pelaku bisnis tidak boleh 'diam di tempat'. Artinya harus ada inovasi untuk menciptakan kreasi menu kuliner berbahan dasar ayam agar konsumen tidak bosan.
Ditemui oleh Suara.com, beberapa waktu lalu, Biondi, salah satu pemilik bisnis kuliner ayam, Ayam Mercon Gedongan (AMG), ia mengatakan, ada tiga cara untuk membuat bisnis kuliner yang sudah mainstream menjadi berbeda dengan kuliner sejenisnya dan juga semakin inovatif dari tahun ke tahun.
Selalu munculkan kreasi baru
Pada umumnya menu ayam di Indonesia diolah dengan cara tradisional. Digoreng, lalu diberi sambal bawang atau terasi. Sebagai inovasi, buat kreasi baru yang dikemas lebih modern. Misalnya, sajikan ayan tanpa tulang, seperti chicken popcorn. Jadi bukan potongan dada atau paha lagi.
Kreasikan dengan siraman bumbu yang berbeda. Selain ada sambal bawang, sambal matah, atau sambal butter yang teksturnya lebih creamy. Tidak menutup kemungkinan diperkaya dengan sambal dari berbagai daerah di Indonesia atau bumbu khas negara tertentu, seperti bumbu Korea dan Jepang. Ayam balck paper, teriaki, dan ekstra telur atau keju parut serta mozarella, atau saus mancanega lainnya.
Baca kebutuhan konsumen
Biasanya manikmati potongan ayam dengan tulang, sudah pasti haru pakai tangan. Nah, melihat situasi saat ini, banyak orang ingin makan dengan cara lebih praktis, cepat, dan efisien. Dengan membaca kebutuhan konsumen, ubah packaging menu ayam agar lebih praktis. Misalnya dengan menyaikan di box dengan porsi yang pas. Jadi konsumen bisa memesan lewat ojek online karena praktis dan bisa juga take away, jadi bisa makanan di mobil sehingga nggak perlu ribet.
Baca Juga: Lezat, Ragam Kuliner Khas Osaka Perdana di Chibo
Ciptakan keunggulan sendiri
Dalam menjalani bisnis apapun, tak terkecuali kuliner, harus rajin-rajin melakukan riset dan belajar dari mana saja, termasuk mengamati kompetitor. Pelajari apa yang unggul dari mereka. Di bidang kuliner, bisa dari segi rasa, misalnya rasanya paling enak, paling manis, paling pedas, dan lain sebagainya. Atau paling asyik tempatnya atau pelayanannya paling cepat. Nah, pilih dari semua itu mau menjadi yang paling apa dari bisnis yang dijalani.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki
-
Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban