Suara.com - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengedukasi masyarakat seputar kesehatan. Salah satunya seperti yang dilakukan pasangan suami istri Pao Pheng dan Hadikin Setiawan, yaitu mendaki Everest untuk edukasi seputar penyakit alzheimer.
Puncak Everest bukanlah tempat sembarangan. Dengan ketinggan di atas 5000 mdpl (meter di atas permukaan laut), Pao dan Hadikin berhasil menjejakkan kaki di puncak tersebut setelah menempuh perjalanan selama 12 hari. Sukses itu terbayar setelah persiapan selama 6 bulan yang digunakan untuk melakukan latihan fisik, stamina, dan administrasi.
"Mendaki gunung perlu proses, nggak langsung instan, jadi perlu persiapan, latihan fisik, dan lain-lain. Kita educate nggak perlu naik gunung, hobi apapun skill yang dipunya, bisa lho lakukan sesuatu yang good cause," ujar Pao kepada Suara.com beberapa waktu lalu di Jakarta .
Kenapa memilih mendaki gunung? Menurut Pao, sepanjang perjalanan pendakian, ia dan suami selalu menggunakan kaos Everest for Alzi 2019. Tujuannya adalah untuk menggugah rasa ingin tahu orang-orang yang berpapasan dengan mereka.
Dan terbukti, banyak orang yang bertanya tentang kaos itu. Mereka kemudian menjelaskan campaign tentang penyakit alzhaimer atau penyakit pikun yang bisa dicegah sejak usia muda.
"Banyak orang-orang yang tadinya nggak pernah contact kita, jadi nanya. Oh, siapa yang alzhaimer. Ternyata mereka membuka sharing, mereka langsung support kita, yuk. Karena jarang orang yang membahas tentang demensia alzhaimer. Padahal banyak orang yang terkena gejala seperti itu," ungkap Pao.
Cinta gunung, adalah salah satu alasan mengapa pasutri ini memilih mendaki Puncak Everest untuk melakukan campaign ini. Tapi tak hanya itu, menurut Pao, tracking atau naik gunung adalah salah satu olahrga yang bisa mencegah alzhaimer demensia atau pikun.
Keluarga Pao sendiri ada turunan alzheimer, yakni ibu Pao yang menderita penyakit tersebut.
Baca Juga: Wajah Memerah Setelah Minum Alkohol? Awas Kena Alzheimer
"Jadinya saya dan suami melihat kondisi keluarga, kami punya kesepakatan, menjadi tua itu pasti, tapi menjadi tua yang seperti apa bisa kita lakukan dari sekarang. Dan salah satunya mengurangi stres sama berolahraga. Kebetulan karena kita suka naik gunung, kita mau melakukan edukasi itu melalui pendakian gunung," jelasnya.
Di sisi lain, nama Everest adalah salah satu tempat menarik untuk menjadi acuan. Itu sebabnya, Everest Basecamp dijadikan sebagai tempat untuk penggalangan dana yang dikenal Everest for Alzi 2019.
"Jadi selama 6 bulan, dari 1 April sampai 30 September 2019, 6 bulan, targetnya 10 ribu dolar (setara Rp 140 juta), orang bisa kasih dalam bentuk dolar atau rupiah. Waktu itu kita pakai platform, jadi bisa siapapun otomatis yang kita hubungi terlebih dahulu adalah orang yang kita kenal," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung