Suara.com - Paska keluarnya pasangan Meghan Markle dan Pangeran Harry dari kenggotaan senior Kerajaan Inggris dan menetap jauh di Kanada, ada sumber yang mengatakan bahwa keduanya tengah di titik menghadapi masalah finansial.
Menurut National Enquirer, Meghan telah meminta suaminya 'untuk mencari pekerjaan atau apapun'.
"Meghan takut mimpi hidup mewahnya dan menjadi ratu Hollywood akan musnah karena mimpi buruk finansial dan memaksa Harry bangun dan menyelesaikan krisis," kata sumber yang katanya dari dalam kerajaan kepada media Amerika Serikat tersebut.
Sumber orang dalam kerajaan tersebut juga mengatakan bahwa masalah utama yang membuat Meghan merasa khawatir adalah karena Harry 'tak memiliki kemampuan yang menjual' dan tak pernah memiliki pekerjaan formal sebelumnya.
"Harry menyerahkan kehidupan kerajaannya demi istri Amerika pembangkang, tapi pengorbanan Harry kini meledak di depan wajah mereka." tambah sumber tersebut.
Sumber juga mengatakan bahwa kini Harry berharap dapat menjual bukunya, diundang menjadi pembicara dan Meghan kembali ke dunia peran.
Hanya saja, kata sumber tersebut, pasangan itu membutuhkan uang sekarang juga dan Meghan dikabarkan merasa sangat takut kehidupan 'mandiri' mereka akan sia-sia jika Harry tak cepat bertindak.
"Jika Harry tak bisa mendapat pekerjaan, ia akan membayar harga yang sangat besar karena keluar dari kewajibannya. Mungkin dia dapat bekerja menyiarkan kemacetan LA di TV?" tambah sumber tersebut.
Berita mengenai rumor masalah finansial pasangan Harry dan Meghan muncul sesaat setelah kabar ayahanda Harry, Pangeran Charles yang terbukti positif terinfeksi virus corona Covid-19.
Baca Juga: Bocah 2 Tahun Penderita Leukemia Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu
-
Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie
-
Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
-
Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T
-
Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink
-
Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris
-
Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh
-
30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996
-
3 Rekomendasi Peeling Pad Mengandung AHA BHA: Wajah Halus, Noda Hitam Tersamarkan
-
Waspada Greenwashing, Klaim Ramah Lingkungan yang Tak Selalu Hijau