Suara.com - Kehidupan Pangeran Harry dan Meghan Markle memang tidak pernah lepas dari sorotan media. Meski begitu, baru-baru ini keduanya memutuskan hubungan dengan 4 media Inggris.
Lewat sebuah surat yang dikirimkan pada hari Minggu silam, Harry dan Meghan menyebutkan bahwa mereka "tidak akan berhubungan lagi" dengan keempat media tersebut.
Melansir dari laman People, empat media yang dimaksud adalah The Sun, Daily Mail, Mirror, dan The Express.
Menurut Pangeran Harry dan Meghan Markle, ini dilakukan karena mereka tidak setuju dengan "gaya pelaporan" deretan media tersebut yang telah menghancurkan hidup banyak orang.
Kebijakan baru ini berarti bahwa mereka tidak akan berkomunikasi, merespons, atau menjawab pertanyaan apa pun yang diberikan 4 media tersebut.
Namun, Meghan dan Harry juga menambahkan bahwa ini bukan kebijakan yang berlaku bagi semua media.
Sebelum surat ini, Meghan sendiri diketahui menuntut media Mail on Sunday.
Penyebabnya, Mail on Sunday telah menyebarkan surat "pribadi dan rahasia" yang dikirimkan Meghan kepada ayahnya di Agustus 2018 silam.
"Sangat mengkahawatirkan bahwa media yang berpengaruh, selama bertahun-tahun, telah menghindari tanggung jawab atas apa yang mereka katakan," ungkap Meghan dan Harry dalam surat mereka.
Baca Juga: 6 Tanda Pasangan Tak Cinta, Penampilan Perdana Meghan Markle di Televisi
"Ketika kekuasaan dinikmati tanpa tanggung jawab, rasa percaya yang kita berikan dalam industri ini mengalami penurunan," tambah keduanya.
"Duke dan Duchess of Sussex telah melihat orang-orang yang mereka kenal dan juga orang asing, dirusak hidupnya karena gosip tidak bermutu demi meningkatkan pendapatan."
Sebagai tambahan, kebijakan pemutusan hubungan ini juga berlaku untuk tim komunikasi Meghan dan Harry.
Dengan kata lain, keempat media tersebut juga dilarang menghubungi tim komunikasi Meghan dan Harry untuk mencari informasi.
Keduanya juga menegaskan bahwa kebijakan ini diberlakukan bukan karena mereka hendak "menghindari kritik".
Menurut Meghan dan Harry, media punya hak untuk melaporkan serta memberi opini tentang kehidupan keduanya.
Namun, pasangan Duke dan Duchess of Sussex ini menolak keras opini atau pemberitaan yang didasarkan pada kebohongan.
Selain memutuskan hubungan dengan keempat media Inggris tersebut, keduanya juga diketahui tidak akan berpartisipasi dalam sistem Royal Rota yang merupakan kumpulan para jurnalis dari Inggris.
Hal ini sejalan dengan keinginan mereka untuk mundur dari anggota senior kerajaan dan memulai hidup secara independen di Los Angeles.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung