Suara.com - Alasan Mengapa Tempe Merupakan Menu Sahur atau Berbuka yang Paling Tepat
Makanan bernutrisi sangat penting, khususnya saat memasuki bulan Ramadan. Terlebih lagi, pada Ramadan tahun ini, penyebaran virus Corona Covid-19 tengah menjadi masalah yang dihadapi Indonesia.
Hal tersebut membuat seseorang harus ekstra menjaga diri dan meningkatkan imunitas. Inilah yang membuat Pendiri Tempe Movement, Wida Winarno mengungkap jika dalam kondisi keterbatasan atau darurat, makanan tradisional Indonesia, yakni tempe bisa menjadi salah satu solusi.
Menurut Wida, meski terbilang sederhana, tempe memiliki kandungan nutrisi yang tinggi yang bahkan tak dimiliki oleh makanan lainnya.
"Tempe adalah pilihan yang tepat, karena walau dia bukan daging, dia punya vitamin B12 yg tinggi. Sementara vitamin B12 itu, tidak bisa diperoleh dari makanan yang bukan daging. Tapi anehnya tempe itu bisa menghasilkan Vitamin B12. Makanya, banyak orang yang vegetarian itu makan tempe karena mereka mau mendapatkan vitamin B12," jelasnya dalam Live Food 911 di Instagram Femina Magazine, Rabu (22/4/2020).
Seperti yang diketahui, vitamin B12 memiliki berbagai manfaat, mulai dari menjaga kesehatan tulang atau mencegah osteoporosis, meningkatkan suasana hati dan mencegah depresi, menjaga kesehatan jantung hingga mencegah demensia.
Selain itu, lanjut perempuan yang juga berprofesi sebagai biotechnologist ini juga mengungkap jika tempe merupakan superfood yang tidak hanya memiliki protein yang tinggi tapi juga asam amino yang lengkap.
"Uniknya, bagi orang Indonesia yang suka makan tempe dengan nasi, ketika digabungkan ternyata asam amino keduanya bisa saling melengkapi. Jadi bisa tinggal ditambahkan sayuran agar nutrisinya lebih lengkap," tutup dia.
Baca Juga: Janggal! Sebelum Ditangkap, WA Ravio Patra Diretas dan Ditelepon AKBP HS
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan