Suara.com - Bisakah Tabir Surya untuk Antiaging, Ini Jawaban Pakar
Setiap wanita pasti ingin selalu terlihat awet muda hingga usia berapa pun. Wajar saja kemudian banyak produk kosmetik antiaging diburu kaum hawa demi mendapatkan kulit kencang dan berkilau.
Produk antiaging tersebut umumnya banyak digunakan oleh perempuan dewasa dengan usia 25 tahun ke atas. Namun ternyata produk antiaging sebenarnya boleh digunakan sejak usia anak-anak.
"Produk antiaging nomor satu itu sunscreen melindungi kulit dari paparan sinar matahari sejak dini. Sejak anak-anak boleh pakai sunscreen," kata Dokter spesialis Kulit san Kelamin Listya Paramita dalam kelas online 'Cantik Maksimal' bersama MedClass, belum lama ini.
Menurutnya, di beberapa negara seperti Australia, dengan jumlah kasus kanker kulit sangat tinggi, sekolah telah mengajarkan muridnya untuk membawa sunscreen alias tabir surya.
Untuk suhu tropis seperti di Indonesia, Listya mengatakan, cukup gunakan sunscreen dengan kadar SPF minimal 30. Meski begitu jumlah SPF juga harus disesuai dengan kegiatan yang dilakukan.
"Kalau kita kulit sawo matang kegiatan nggak ekstrem di bawah paparan matahari pakai SPF 30, minimal pagi, diulang siang, itu sudah cukup. Tapi kalau kegiatan ekstrem di bawah paparan matahari, seperti naik gunung, outbond itu pakai SPF yang lebih tinggi 50," tuturnya.
Aktivitas juga mempengaruhi, lanjutnya. Jika untuk kegiatan sehari-hari, ia menyarankan pakai sunscreen atau tabir surya jenis water base. Tetapi jika akan berenang di pantai atau naik gunung sebaiknya memakai sunscreen oil base agar tidak cepat luntur.
Meski begitu, Listya mengingatkan, sebelum menggunakan kosmetik antiaging sebaiknya perhatikan lebih dulu masalah utama pada wajah. Misalnya, jika kulit wajah berjerawat sebaiknya gunakan dulu produk untuk mengobati kulit jerawat.
Baca Juga: Lupa Mandi Junub Setelah Berhubungan Intim, Bolehkah Berpuasa?
"Jangan buru-buru pakai antiaging. Kecuali kalau memang kulitnya baik-baik aja gak masalah, gak apa-apa dari usia belasan juga. Mau pakai serum gak ada masalah. Produk bukan diciptakan berdasarkan usia tapi diciptakan berdasarkan kebutuhan," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Laporan SF Hariyanto: Kasus ISPA Akibat Karhutla di Riau Bisa Ditangani
-
Gara-gara Crowded, Polisi Akui Salah Paham Amankan Personel TNI Saat Demo di DPR
-
Soroti Eksekusi Lahan Sawit di Batanghari, Mantan Ketua KY: Tak Ada Hak Pengadilan!
-
6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
-
Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang
-
Fashion sebagai Bahasa Diri, Menentukan Identitas Lewat Cara Berpakaian
-
Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru
-
PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun
-
5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan
-
Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot