5. Menumbuhkan empati
Masa sulit seperti sekarang ini emmang merupakan kesempatan yang tepat untuk menumbuhkan empati anak-anak. Melakukan hal positif untuk keluar dari kesulitan di tengah pandemi bersama komunitas sekitar adalah cara yang baik.
Sama seperti yang ibunya, Putri Diana tunjukkan kepadanya, Pangeran William kerap membawa kedua anakmya Pangeran George dan Putri Charlotte untuk mengunjungi komunitas paling rentan.
6. Tetap berhubungan
Keluarga kerajaan Inggris dikenal cukup sering terhubung melalui video call, terutama Pangeran Charles. Layaknya kakek dan nenek, mereka senang untuk mengetahui kabar dari cucu-cucu mereka.
Tapi, Kate Middleton pernah bercerita bagaimana ia agak kewalahan dengan tingkah Pangeran Louis saat melalukan panggilan video.
"Agak sibuk, aku tidak akan berbohong, dengan anak berusia dua tahun," kata Kate yang disambung Pangeran William.
"Untuk beberapa alasan, dia melihat tombol merah dan dia selalu ingin menekan tombol merah," tambah suaminya.
7. Saling mendukung
Baca Juga: Kate Middleton dan Meghan Markle Gemar Pilih Gaun Warna Senada, Ini Artinya
Pangeran William mengatakan bahwa untuk urusan pengasuhan, dia dan istrinya harus saling mendukung dan melewati hal tersebut bersama.
Sebagai seseorang yang menderita trauma karena ditinggal sang ibu ketika usianya masih sangat kecil, calon Raja Inggris tersebut selalu berusaha untuk menjaga kesehatan mental keluarganya dalam masa sulit ini.
Dalam sebuah wawancara untuk film dokumenter, kakak Pangeran Harry tersebut pernah mengungkap tentang bagaimana menjadi orang tua adalah pengalaman yang mengubah hidup.
"Memiliki anak adalah salah satu momen paling menakjubkan dalam hidup, tetapi juga salah satu yang paling menakutkan," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Agnes Grey: Novel Klasik yang Mengkritik Pola Asuh dan Kelas Sosial
-
Ulasan Aku Sebelum Aku: Tamparan Keras untuk Pola Asuh Orang Tua yang Egois
-
Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI
-
Pangeran William dan Keir Starmer Sangat Kecewa Setelah Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026
-
Mengakhiri Warisan Luka dalam Pola Asuh Anak Perempuan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan