Suara.com - Tinju tidak hanya merupakan salah satu olahraga paling awal umat manusia, yang muncul di sekitar era Mesopotamia, tetapi juga menjadi yang paling populer di antara berbagai lainnya.
Umumnya tinju dilakukan oleh merek yang masih memiliki usia muda dan tujuh bugar. Wajar saja, olahraga ini memang membutuhkan tenaga dan ketahanan otot.
Tapi usia dan juga kondisi tubuh nyatanya tidak menghalangi kemampuan luar biasa seorang kakek berusia 75 tahun dalam hal tinju. Tidak hanya soal kecepatan, tapi teknik tinju yang dilakukan membuat banyak orag terbelalak.
Belakangan dia diketahui merupakan makan petinju profesional. Maka tidak heran jika hal itu masih membekas baginya, bahkan di usianya yang tidak muda lagi.
Aksinya pun viral di media sosial. Dalam video yang dibagikan di Twitter oleh @ BoxingKingdom14, Patrick Devellerez terlihat mengerjakan pad seperti yang dia lakukan di masa mudanya.
Pria tersebut terlihat melempar pukulanm kiri dan kanan serta kumpulan jab nonstop selama 30 detik.
Video yang telah mengumpulkan 14,1 ribu suka dan 3,6 ribu retweet, juga menjadi saksi betapa kagumnya netizen terhadap ayunan Patrick meski usianya.
Seorang netizen menulis, “Dia akan mengambil banyak dari kepingan salju modern ini. Menginspirasi. ”
Terinspirasi untuk mencoba tinju? Ini mungkin video yang tepat untuk memikat kita semua agar bangkit dari sofa dan mulai melakukan hobi yang lebih aktif sehingga kita juga dapat memamerkan keterampilan kita saat berusia 80 tahun. lihat videonya di sini.
Baca Juga: 3 Kali Gagal Bercinta Gegara Letoi, Kakek Hadrawi Dibunuh Selingkuhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan