Suara.com - Kota terpencil di Amerika Serikat, Death Valley, mengalami suhu terpanas yang pernah tercatat di Bumi setelah gelombang panas melanda California selatan pekan ini.
Suhu mencapai 54,4 Celcius diambil dari stasiun cuaca di taman nasional pukul 15.41 pada Minggu (16/8/2020) waktu setempat.
Jika diverifikasi, itu akan menjadi cuaca terpanas yang tercatat di sana sejak 10 Juli 1913. Ketika itu suhu dikatakan telah mencapai 56,6C derajat.
Namun, angka itu telah lama dibantah oleh para ahli meteorologi yang mengklaim bahwa pembacaan data tidak akurat.
Layanan Cuaca Nasional mengatakan itu akan menjadi suhu Agustus terpanas di lokasi.
"Semua yang saya lihat sejauh ini menunjukkan bahwa itu adalah pengamatan yang sah," kata Randy Cerveny dari Organisasi Meteorologi Dunia dikutip dari Mirror.
Meski begitu, banyak yang percaya bahwa suhu pemecahan rekor sebenarnya dari 53,8 celsius sebelumnya dicapai di Death Valley pada 30 Juni 2013 juga di Kuwait dan Pakistan pada 2016 dan 2017.
Furnace Creek, tempat pengukuran suhu, berada di 190 kaki di bawah permukaan laut dan hanya memiliki 24 penduduk.
Taman Nasional Death Valley hampir tidak ada curah hujan dan dianggap sebagai lokasi terpanas dan terkering di Amerika Serikat.
Baca Juga: 30 Warga Ngepohsari Gelar Upacara 17 Agustus di Perut Bumi Sedalam 35 Meter
Itu terjadi ketika gelombang panas terik menghantam pantai barat Amerika Serikat dengan peringatan cuaca panas dikeluarkan untuk hampir 80 juta penduduk.
Berita Terkait
-
Pengembangan PLTP Makin Masif, Industri EPC Ikut Kecipratan
-
Halaman Terakhir di Musim Panas
-
Apa Perbedaan Konduktor dan Isolator Panas Beserta Contoh Bendanya?
-
Mengapa Suhu Udara di Pegunungan Lebih Dingin daripada di Pantai?
-
Prabowo ke NTT, Warga Flores Curhat: Pak, Kami Butuh Psikiater Bukan Hanya Beras
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu
-
Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie
-
Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
-
Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T
-
Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink
-
Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris
-
Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh
-
30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996
-
3 Rekomendasi Peeling Pad Mengandung AHA BHA: Wajah Halus, Noda Hitam Tersamarkan
-
Waspada Greenwashing, Klaim Ramah Lingkungan yang Tak Selalu Hijau