Suara.com - Piknik di pinggir pantai bersama teman-teman merupakan pengalaman menyenangkan. Salah satu momen yang paling ditunggu adalah masak dan makan bareng. Seperti video masak ayam saat piknik yang diunggah akun TikTok @ghozeee. Si pemilik akun mengunggah video mengenai pengalaman memasaknya bersama teman-teman saat piknik di pinggir pantai.
Namun ada hal yang bikin salah fokus, yakni cara mereka membakar ayam yang akan mereka santap.
"Kalian tahu ga? Apa yang terjadi ke ayam-ayam sebelumnya?" tulisnya dalam video yang mendapat lebih dari 99,6 ribu likes dan 1667 komentar tersebut.
Pertama, potongan ayam tersebut dibumbui menggunakan tangan telanjang, dengan alas kertas bungkus nasi yang diletakkan di atas tanah. Selanjutnya mulai dibakar dengan menggunakan kayu dan batu yang ditemukan di lingkungan sekitar.
Potongan ayam tersebut satu persatu diletakkan di pembakaran. Tiba-tiba ada beberapa potong ayam yang jatuh ke rerumputan, tapi kemudian diambil dan langsung dibakar lagi.
Hal lain yang jadi perhatian ialah, bagaimana potongan ayam tersebut dibumbui dengan serabut yang ditemui di perkebunan sekitar. Serabut itu dicolekkan ke bumbu, yang kemudian dioleskan ke potongan ayam yang tengah dibakar.
Kalau tahu cara masaknya begini, apa kamu masih mau ikutan makan bareng? Banyak warganet penasaran mengenai hal ini. Si pemilik akun pun akhirnya mengunggah video lanjutan, jika ayam bakar tersebut tetap disantap bersama dan rasanya tetap nikmat!
Tentu saja, ini mendapat berbagai komentar dari warganet. Banyak yang bilang merasa jijik.
"Bayangin deh jatohnya di tempat yang abis di eek-in kucing," tulis seorang warganet.
Baca Juga: Terciduk Mencuri Bedak, Ibu Ini Berlagak Pingsan, Videonya Bikin Emosi Jiwa
"Liat versi Indo pada biasa aja pasti kelen. Liat yang versi India, mual-mual dah. Padahal mah biasa aja kata mereka mah," tulis seorang warganet yang membandingkan dengan cara orang India memasak.
"Asli, masakan cowok tuh enak asal kalian nggak liat proses pembuatannya, ntar gumoh," kata yang lain.
Tapi tak sedikit pula yang mengatakan, bagaimana pun cara memasaknya, yang penting adalah kebersamaan.
"Nggak ada kata jijik di alam, apalagi itu dimasak, nggak akan ada bakterinya," kata warganet lain yang membela.
"Biasanya yang masaknya nggak beres kayak gini rasanya makin nikmat nih," ujar yang lain.
"Emang nikmat kalau rame-rame meskipun kotor," pendapat yang lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Rangkaian Skincare Viva untuk Remaja Atasi Masalah Kulit di Masa Pubertas
-
Proses Veneer Gigi di Damessa dari Awal hingga Selesai
-
8 Lukisan Pembawa Rezeki Menurut Feng Shui, Cocok Jadi Pajangan Rumah
-
4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
-
5 Rekomendasi Sunscreen Lokal Bebas Silikon, Mencegah Pori-Pori Tersumbat dan Komedo
-
7 Makanan untuk Mengatasi Jerawat, Konsumsi Rutin agar Wajah Kembali Sehat
-
Berapa Harga Air Purifier Mini? Cek 4 Pilihan Ratusan Ribu yang Layak Dicoba
-
5 Parfum Lokal Aroma Soapy yang Cocok untuk Cuaca Panas, Wangi Segar Sepanjang Hari
-
Mati Lampu, Makanan Tahan Berapa Lama di Kulkas? Hindari 3 Kesalahan Ini agar Tetap Awet
-
Bukan Sekadar Tempat Wisata: Industri Pariwisata Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Lokal