BUMN Nggak Bebas Lagi, Tak Bisa Asal Garap Proyek Hilirisasi

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 17:15 WIB
Kepala BP BUMN Sekaligus COO Dony Oskaria. [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • COO Danantara Dony Oskaria meminta PTPN Group melakukan uji coba skala kecil sebelum menjalankan hilirisasi besar.
  • Arahan tersebut disampaikan dalam rapat bersama direksi PTPN untuk membahas ketahanan pangan dan energi pada Kamis (6/8).
  • Pendekatan bertahap ini bertujuan memastikan tingkat keberhasilan, kelayakan investasi, serta keberlanjutan lingkungan yang optimal.

Suara.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria meminta PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group tidak terburu-buru menjalankan proyek hilirisasi dalam skala besar.

Menurutnya, setiap program harus melalui uji coba terlebih dahulu untuk memastikan tingkat keberhasilan dan kelayakan investasinya.

Arahan tersebut disampaikan Dony saat menggelar rapat bersama Direksi PT Perkebunan Nusantara (Persero) pada Kamis (6/8).

Pertemuan tersebut membahas kesiapan PTPN Group menjalankan program hilirisasi dan pengembangan komoditas strategis guna memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group

Dalam rapat itu, pembahasan difokuskan pada kesiapan implementasi program, mulai dari perencanaan, riset, hingga penyusunan model bisnis sebelum proyek dijalankan secara lebih luas.

"Sebelum kita mulai yang skala besar, teman-teman mesti trial dulu di skala kecil. Success rate-nya harus dilihat dulu, begitu juga return on investment yang bisa dicapai," ujar Dony seperti dikutip, Jumat (7/8/2026).

Dony menegaskan pendekatan bertahap menjadi kunci agar proyek hilirisasi memberikan hasil yang optimal dan tidak menimbulkan risiko investasi yang besar.

Menurutnya, setiap investasi juga harus didukung studi kelayakan yang komprehensif.

Selain menghitung produktivitas lahan secara akurat, proyek hilirisasi juga perlu memiliki tingkat return on investment (ROI) yang sehat agar mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan maupun negara.

Tak hanya aspek bisnis, Dony juga mengingatkan pentingnya memperhatikan faktor keberlanjutan lingkungan. Pemilihan lokasi pengembangan komoditas strategis, kata dia, harus dilakukan secara cermat agar tidak mengurangi fungsi kawasan resapan air.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com