Suara.com - Asosiasi Dunia untuk Kesehatan Seksual merayakan Hari Kesehatan Seksual Sedunia pada 4 September setiap tahunnya. Dikutip dari website resmi WHO, tema Hari Kesehatan Seksual Sedunia pada tahun ini adalah "Kesenangan Seksual di Zaman Covid-19".
Ya, ada begitu banyak tantangan yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19, yang dirasakan secara global. Untuk itulah, Asosiasi Dunia untuk Kesehatan Seksual mencatat bahwa hidup harus terus berjalan dan seksualitas adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan manusia.
Inilah yang membuat mereka menyoroti kesenangan seksual di zaman Covid-19 sebagai tema dari Hari Kesehatan Seksual Sedunia tahun ini. Apalagi, Asosiasi Dunia untuk Kesehatan Seksual mengatakan jika ini adalah kesempatan bagi pasangan untuk merayakan dan mempromosikan kenikmatan seksual mereka.
Serta memotivasi orang untuk mengejar hasil positif dari aktivitas seksual, menjelajahi tubuh dan hubungan mereka secara lebih maksimal, bebas dari paksaan.
Nah, untuk informasi mengenai kesenangan seksual di tengah pandemi dan bagaimana cara aman melakukan seks agar tak meningkatkan risiko penularan Covid-19, berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu simak, seperti dilansir ASHA Sexual Health.
1. Bagaimana cara penularannya?
Para ahli mengatakan semua jenis aktivitas seksual secara langsung membawa beberapa risiko. Tetapi ada cara untuk melakukan kontak intim dan tetap terhubung.
Seperti yang kita ketahui, Covid-19 adalah penyakit pernapasan, jadi kontak langsung dengan air liur melalui ciuman, misalnya, dapat dengan mudah menularkan virus. Meskipun virus ini belum ditemukan dalam cairan vagina, namun telah ditemukan pada kotoran orang yang terinfeksi.
Jadi ini berarti rimming (kontak oral atau anal) juga dapat menyebarkan Covid-19. Ingatlah bahwa kondom dan dental dapat mengurangi kontak dengan air liur dan feses selama seks anal dan oral.
Baca Juga: Foto Telanjang Hingga Masturbasi: Saran Pakar untuk Jaga Kesehatan Seksual
Sebuah studi baru-baru ini juga menemukan virus corona dalam air mani, baik pada pria yang mengalami infeksi aktif maupun yang telah pulih, tetapi belum jelas apakah virus itu dapat ditularkan secara seksual melalui air mani.
2. Apa risikonya?
Mengingat saat ini kami mengetahui tentang Covid-19 dan cara penularannya, aktivitas seksual teraman adalah dengan solo atau jarak jauh. Seks solo (alias masturbasi) bisa tetap memuaskan dan aman (tapi tetap ingat untuk mencuci tangan!). Dan teknologi membuat berbagai jenis opsi jarak jauh, seperti obrolan video, sexting, juga tersedia.
Pilihan teraman berikutnya adalah berhubungan seks dengan seseorang yang sudah tinggal bersamamu, asalkan orang tersebut juga mengambil tindakan pencegahan terhadap paparan Covid-19 (seperti menjaga jarak, mencuci tangan, mengenakan masker di ruang publik).
3. Tips dasar dari NYC Health tentang cara menikmati seks dan menghindari penyebaran Covid-19
Berikut adalah beberapa hal yang bisa menjadi perhatian jika Anda ingin mendapatkan kesenangan seksual di zaman Covid-19.
- Masturbasi tidak akan menyebarkan Covid-19, terutama jika Anda mencuci tangan (dan mainan seks apa pun) dengan sabun dan air setidaknya 20 detik sebelum dan sesudah berhubungan seks.
- Pasangan teraman berikutnya adalah seseorang yang tinggal bersama Anda. Melakukan kontak dekat dengan suami atau istri yang tinggal bersama Anda dapat membantu mencegah penyebaran Covid-19.
- Anda harus membatasi kontak dekat, termasuk seks, dengan siapa pun di luar rumah Anda. Jika memang berhubungan seks dengan orang lain, miliki pasangan sesedikit mungkin dan pilih pasangan yang Anda percaya.
- Bicarakan tentang risiko Covid-19 seperti topik seks aman lainnya (misalnya, kondom). Jadi tanyakan apakah mereka memiliki gejala atau apakah mereka mengalami gejala dalam 14 hari terakhir? Apakah mereka pernah didiagnosis Covid-19? Orang dianggap tidak lagi menular jika setidaknya 10 hari setelah gejala dan jika mereka tidak demam setidaknya selama tiga hari.
- Untuk pasangan yang istrinya tengah hamil, jangan lupakan juga kontrasepsi. Sekali lagi, kondom (baik internal maupun eksternal) dapat menjaga Anda dan pilihan telemedicine juga tersedia, jika Anda tidak dapat pergi ke klinik atau apotek.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim