Suara.com - Startup digadang-gadang menawarkan kultur kerja yang sesuai dengan harapan anak-anak muda masa kini alias milenial.
Startup juga menawarkan tempat kerja yang fun, yang cocok untuk jiwa muda. Tak heran banyak lulusan baru yang juga berminat untuk menjajal bekerja di startup.
Startup sendiri bermakna sebagai perusahaan rintisan yang masih berada dalam tahap awal pengembangan. Bisnis ini berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi.
Perkembangan startup di Indonesia sejalan dengan Revolusi Industri 4.0., di mana proses produksi massal dibarengi dengan kecerdasan teknologi.
Lembaga riset Center for Human Genetic Research (CHGR) memprediksi bahwa pada 2020 bisnis rintisan di Indonesia akan bertumbuh hingga 6,5 kali lipat atau 13.000 bisnis. Hal itu disebabkan kemunculannya beriringan dengan perkembangan teknologi.
Dengan beragam model bisnis, startup semakin meroket. Ada banyak sektor startup, mulai dari dompet digital, transportasi online, hingga e-commerce.
Ada beragam pula model bisnis yang dijalankan, seperti Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).
Jumlah startup yang semakin menjamur di Indonesia, membuka peluang pekerjaan bagi para lulusan baru.
Ada banyak profesi yang bisa kamu coba untuk bekerja di startup. Apa saja? Simak ulasan selengkapnya di halaman selanjutnya.
Baca Juga: Cara Cek Subsidi Gaji BSU Rp 600 Ribu di Kemnaker.go.id
Berikut ulasan lengkap beberapa profesi yang paling dicari dan dibutuhkan startup yang dirangkum Institut Teknologi Batam (ITEBA) yang berbasis di Batam, Kepulauan Riau, dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Jumat (6/11/2020).
- Web Developer
Profesi yang satu ini sudah tak asing lagi di dunia startup. Pasalnya, setiap startup bisa dibilang pasti membutuhkan Website Developer untuk membangun dan mengembangkan bisnisnya dengan teknologi.
Website Developer adalah seorang programmer yang dapat membuat program dan aplikasi untuk web.
Profesi ini cocok bagi para lulusan teknik informatika atau teknik komputer. Umumnya, Website Developer terdiri atas tiga sub bagian, yaitu Frontend Developer, Backend Developer, dan Fullstack Developer.
Gaji Web Developer yang ditawarkan startup bervariasi, rata-rata berkisar di angka Rp 5–20 juta per bulan. Hal itu tergantung dengan seberapa tinggi skill yang kamu miliki.
- Sales & Business Development
Bekerja di startup mungkin menjadi impian anak-anak muda masa kini. Selain membutuhkan profesi-profesi yang berkaitan dengan teknologi, nyatanya startup juga membutuhkan manusia yang mahir menyiapkan strategi bisnis. Hal itu menjadikan pasukan Sales dan Business Development juga sering dicari startup.
Di perusahaan startup, Sales & Business Development berperan dan bertanggung jawab terhadap target dan strategi bisnis jangka panjang.
Tak hanya itu, biasanya profesi ini juga menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan investor atau klien. Umumnya, Sales & Business Development di perusahaan startup menerima gaji sekitar Rp 5-15 juta setiap bulannya.
- Marketing & PR
Perusahaan startup juga membutuhkan orang-orang yang pintar berkomunikasi. Hal itu bertujuan untuk memasarkan produk mereka di pasaran.
Di dunia startup, Marketing dan Public Relation pun terbagi menjadi dua, yaitu online dan offline. Namun, kedua subprofesi tersebut mengeksekusi tugas yang sama, mulai dari pemasaran produk hingga membuat campaign yang menarik perhatian pelanggan.
Profesi ini cocok ditempati oleh para lulusan Komunikasi. Hal itu disebabkan profesi ini sangat menuntut orang-orang yang pandai berbicara dan mempunyai ide-ide kreatif.
Semakin tinggi tingkat kreativitas sebuah produk dipasarkan, semakin banyak pula minat para pelanggan. Di startup, profesi ini biasanya memperoleh gaji sekitar Rp 5-10 juta.
- Mobile Developer
Banyak startup bermunculan dengan basis aplikasi. Hal itu membuat startup membutuhkan banyak profesi Mobile Developer.
Profesi ini bertanggung jawab terhadap rekomendasi perubahan atau menambah fitur baru dalam aplikasi. Dalam pekerjaan ini, A/B testing atau uji coba sangat sering dilakukan. Hal itu membuat Mobile Developer cocok bagi kamu yang penasaran dengan cara kerja aplikasi.
Tentunya, profesi ini juga cocok bagi para lulusan teknologi informasi; teknik komputer, sistem informasi atau teknik informatika. Selain mengembangkan aplikasi, salah satu skill yang dibutuhkan untuk menduduki profesi ini adalah melakukan pengkodingan.
Rata-rata gaji yang ditawarkan untuk profesi ini berada di angka Rp 5–12 juta.
- Enterprise Software & Product Management
Bekerja di startup tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para karyawannya. Selain load pekerjaan yang tinggi, profesi di startup juga dituntut untuk bekerja cepat. Hal itu disebabkan ada banyak stakeholder di dalam startup yang ditujukan untuk menanam modal.
Enterprise Software & Product Management adalah profesi yang berkaitan langsung dengan para pemangku kepentingan internal maupun eksternal. Mereka mendukung kebutuhan bisnis melalui produk yang telah ditentukan perusahaan.
Profesi ini melakukan iterasi dan inovasi terhadap produk. Sejalan dengan tingkat kesulitan pekerjaan, profesi ini mendapatkan gaji di angka Rp 5-20 juta.
Setelah memahami detail pekerjaan dari masing-masing profesi yang sering dibutuhkan startup, kira-kira mana yang paling cocok untuk kamu?
Berita Terkait
-
Gaji Pas-pasan Tapi Mau Financial independence, Emangnya Bisa?
-
Gaji Tentara AL Dipotong untuk Anggaran Perang AS - Iran
-
Dilema Kelas Menengah: Mapan Entah Kapan, Tapi Checkout Bisa Sekarang
-
Gaji Naik Secepat Siput, Harga Rumah Melesat bak Roket Luar Angkasa
-
Gen Z dan Milenial Punya Peran Kuat , Ini Pesan dari Keponakan Prabowo
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Waspada Vampir Oli pada Motor Bekas, Kenali Ciri dan Cara Deteksinya sebelum Membeli
-
Apakah Aman Menyimpan Skincare dan Makanan dalam Satu Kulkas Mini?
-
Pabrik BYD di Subang Diresmikan Pekan Depan
-
Bukan Minta Maaf, Pelaku Begal Payudara di Bangkalan Malah Bacok Suami Korban
-
Sebelum Remaster Rilis, Toy Story 3 Akan Dihapus dari Xbox
-
Usut Sumber Limbah Kali Jantung, DLHK Depok Gandeng Wilayah Tempuh Jalur Hukum
-
Brimob Sterilisasi JIS dari Tribun Sampai Ruang Ganti Jelang Duel Persija vs Brisbane Roar
-
KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di Disdik Bogor
-
Utang Kereta Cepat Dialihkan ke Kemenkeu pada 15 September
-
30 Hektare Lahan di Rorotan Ludes Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar Orang