Suara.com - Seorang pemilik toko mi dipuji setelah terungkap bahwa dia menunjukkan kebaikannya kepada seorang gelandangan di Wenzhou, Zhejiang China.
Dilansir dari World of Buzz, gelandangan itu telah membeli mi dengan menggunakan 'uang kertas' yang digambar tangan. Tetapi pemilik toko berpura-pura tidak memperhatikan dan memberikan mi orang tua itu secara gratis.
Pemilik toko mi dan istrinya mengatakan bahwa gelandangan itu telah membeli mi dari warung mereka selama tujuh tahun. Meskipun toko telah berpindah beberapa kali, mereka mengatakan bahwa dia selalu berhasil menemukannya lagi.
Mereka menambahkan bahwa seringkali lelaki itu akan menggunakan 'uang kertas' yang digambar tangan untuk membayar mi. Tetapi kadang-kadang menggunakan uang kertas asli untuk membeli mie mereka seharga 2 yuan (RM1,24).
Foto menunjukkan uang kertas pria tunawisma, yang tampak seperti kertas putih dengan coretan warna-warni di atasnya untuk membuatnya terlihat seperti uang kertas asli.
Pemilik warung mi mengatakan bahwa ia memilih untuk berpura-pura tidak tahu dan terus menjual mi kepada lelaki tersebut karena ia selalu percaya bahwa seseorang harus menjaga yang kurang beruntung.
Netizen yang mendengar cerita tersebut memuji pemilik toko mie dan istrinya atas perbuatan baik mereka dengan banyak yang berharap mereka sejahtera dalam bisnis mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bahaya Laten Self-Diagnosis: Saat Gangguan Mental Berubah Jadi Tren Estetika di Media Sosial
-
Enam Penghargaan untuk BRI Group, Bukti Kinerja dan Transformasi Berkelanjutan
-
Menjelajahi Kedalaman Luka dan Nostalgia dalam The Grand Budapest Hotel
-
Tak Sekadar Batasi Konten, Instagram Mulai Beri Peringatan Saat Remaja Cari Istilah Berbahaya
-
Profil Komjen Syahardiantono, Kabareskrim 'Pembersih' Polri yang Disorot DPR Usai Absen RDPU
-
BRI Sabet Enam Penghargaan, Tegaskan Daya Saing di Tingkat Global
-
Skandal Korupsi MBG Merembet ke NTB, Kejagung Periksa Sejumlah Saksi
-
Dicibir karena Animasi Jelek, Niu Lai Jadi Box Office Saingi The Odyssey
-
BRI Perkuat Transformasi Digital Bisnis lewat Tampilan Baru Qlola New Skin
-
Atta Rumnan Gandeng Aldi Taher untuk Gebrakan Musik di 3 Negara