Suara.com - Setelah dispenser warisan Majapahit, kini sedang viral rice cooker Kerajaan Singasari.
Seperti diketahui, rice cooker merupakan alat modern yang kerap digunakan untuk menanak nasi atau memasak berbagai hidangan, tetapi bagaimana jadinya jika ada rice cooker peninggalan Kerajaan Singasari?
Bukan rice cooker, seperti yang kita ketahui, pada zaman dahulu orang-orang masih memasak nasi dengan menggunakan tungku serta alat masak sederhana seadanya.
Bicara soal rice cooker, baru-baru ini publik kembali dibuat tercengang dengan unggahan salah seorang warganet. Pasalnya, dalam unggahan tersebut terlihat sebuah rice cooker lawas yang kondisinya sudah sangat berkarat.
Agar posisinya tak naik, tombol rice cooker bahkan tampak diganjal dengan menggunakan sendok.
Saking terlihat antik dan lawasnya, tak heran jika banyak orang menyebutnya rice cooker peninggalan Kerajaan Singasari.
"Peninggalan Kerajaan Singasari," tulis akun Twitter @jowoshitpost.
Sontak saja, wujud dari rice cooker peninggalan Kerajaan Singasari tersebut membuat publik terheran-heran.
Tidak sedikit bahkan warganet yang kemudian memberikan berbagai tanggapan melalui kolom komentar.
Baca Juga: Jakarta Hujan Lebat dan Banjir, Cuitan Almarhum Sutopo BNPB Viral Lagi
"Ini kalau orang dulu manggilnya apa ya, magic jar, magic com apa rice cooker?" tanya salah seorang warganet.
"Yang masak Ken Dedes, yang bikin sendok Mpu Gandring," imbuh warganet lainnya.
"Hebat ya, orang zaman segitu udah punya dandang listrik," timpal warganet lain.
Sampai dengan artikel ini ditulis, foto rice cooker peninggalan Kerajaan Singasari tersebut telah viral dan mendapatkan 19 ribu lebih likes dari warganet.
Sebelum rice cooker peninggalan Kerajaan Singasari, beberapa waktu lalu sempat viral dispenser Kerajaan Majapahit.
Bukan dispenser Kerajaan Majapahit, ternyata benda tersebut merupakan padasan dengan galon air di atasnya sehingga terlihat layaknya tempat minum zaman kuno. Duh, ada-ada saja ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan