Suara.com - Indonesia memang punya kuliner yang beragam. Masing-masing daerah memiliki ciri khas kulinernya masing-masing yang cukup unik.
Salah satu daerah yang memiliki ciri khas pada makanannya adalah Lampung. Akun TikTok @alejenes membagikan video tentang keunikan sambal pecel lele di Lampung.
Pria ini bercerita bahwa hampir semua warung pecel lele di Lampung menggunakan sambal mentah. Di Lampung, sambal mentah untuk pelengkap pecel lele maupun ayam akan menggunakan rampai.
Inilah yang menjadi ciri khas dari sambal mentah pecel lele di Lampung. Rampai merupakan tomat berukuran kecil. Pedagang akan menambahkan beberapa buah pada sambal buatannya.
Rampai akan memberikan rasa nikmat dan berbeda pada sambal mentahnya.
Sambal mentah tersebut terbuat dari cabai, tomat, terasi, dan perasan jeruk nipis. Sambal ini baru akan dibuat saat ada pesanan. Pembeli pun dapat meminta tingkat kepedasan sambal pada pedagang.
Tentu saja sambal ini akan jadi semakin nikmat saat dipadukan dengan ayam atau lele goreng dan nasi hangat.
Rupanya video tentang sambal mentah di Lampung yang menggunakan rampai ini menarik perhatian banyak warganet. Ribuan komentar pun memenuhi unggahan ini.
"Makanya kalo makan di luar Lampung bener-bener nggak seenek di sana. Sambelnya pakai tomat semua rata-rata di Pulau Jawa," komentar seorang warganet
Baca Juga: Viral Pria Mirip Chef Juna, Publik: Ini Waktu Masih Magang di Pecel Lele
Warganet lainnya ikut berkomentar pada video ini. "Nggak bohong memang enak banget. Dulu pernah liburan ke Lampung terus makan pecel lelenya. Wah mantap, sampai sekarang pengen lagi," cerita warganet ini memberi testimoni.
"Kalo pulang ke Lampung, mamak selalu borong rampai buat stok di Bekasi. Karena emang beda sama tomat biasa. Rasanya lebih nikmat bruh," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Sementara itu, video ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 2 juta kali di TikTok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan