Suara.com - Belakangan ini semakin banyak orang sadar tentang perencanaan keuangan, karena saat pandemi hidup dekat dengan risiko kehilangan penghasilan, sakit mendadak karena Covid-19 hingga kematian.
Risiko ini membuat banyak orang sadar pentingnya dana darurat, hingga berusaha mencari asuransi kesehatan dan kematian jika meninggal dunia.
Hasilnya gaya hidup hemat, minimalis, dan cermat dalam mengambil keputusan sangat diperlukan agar tidak ada pengeluaran yang sia-sia. Gaya hidup ini juga sering disebut dengan frugal living.
Frugal living atau gaya hidup frugal, itu artinya memprioritaskan pengeluaran yang penting dibandingkan yang tidak penting.
Gaya hidup ini memang terkesan tidak menyenangkan dan bertolak belakang dengan gaya hidup milenial yang cenderung konsumtif. Bahkan, mereka yang menerapkan gaya hidup frugal kerap dicap ‘pelit’.
Namun menurut Branding and Communication Strategist MiPOWER by Sequis Ivan Christian Winatha, MM, RFP, gaya hidup frugal dan pelit tidaklah sama.
"Gaya hidup frugal berarti mengutamakan nilai suatu barang, yaitu bukan dari harganya melainkan kualitasnya," ujar Ivan dalam siaran pers Sequis, Selasa (8/3/2021).
Contohnya, jika membeli sepatu baru karena sepatu yang ada sudah rusak maka akan memilih sepatu dari bahan yang tahan lama untuk jangka panjang meskipun harga sedikit lebih mahal.
Bukan sepatu murah yang hanya bertahan beberapa bulan. Jadi, gaya hidup ini bukan pelit, justru menghindari segala sesuatu yang bersifat boros.
“Dengan disiplin menerapkan gaya hidup frugal sejak dini kita akan terbiasa melakukan prioritas saat akan berbelanja termasuk pada hal-hal yang kita anggap penting pun tetap melakukan pertimbangan," terang Ivan.
Baca Juga: 5 Hal yang Tak Boleh Kamu Pinjamkan ke Orang Lain, Biarin Dibilang Pelit!
Hasilnya, orang dengan gaya hidup frugal lebih mudah mengatur finansial karena tidak memiliki hutang, sehingga bisa menikmati hidup, apabila nanti memilih untuk pensiun lebih awal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil