Suara.com - Belakangan sempat ramai artis yang menjadi korban malpraktik filler payudara oleh oknum dokter kecantikan abal-abal. Kesalahan tindakan medis itu dialami model Monica Indah yang membuatnya harus jalani dua kali operasi di kedua payudaranya.
Meski hasilnya mungkin menggiurkan, tetapi filler payudara berbahaya secara medis. Pakar kecantikan dan anti aging dari Cyn Clinic dr. Cynthia Jayanto M. Biomed (AAM)., menyarankan para kaum hawa sebaiknya tidak melakukan treatment tersebut meski dengan tawaran harga terjangkau sekalipun.
“Filler payudara sendiri, faktanya sudah dilarang di negara Eropa dan Amerika yang dikenal pengobatan medisnya sudah sangat maju. Alasannya, efek samping yang timbul berakibat fatal," kata dokter Cynthia dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com, Senin (22/3/2021).
Ia menjelaskan bahwa efek samping dari filler payudara bisa menimbulkan pembengkakan karena infeksi, hingga terjadi penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan otak yang mengakibatkan kematian.
”Ditambah lagi efek sampingnya dari treatment filler payudara itu mengganggu pemeriksaan USG payudara jika seorang wanita ingin melakukan medical check up atau screening tumor di dalam tubuhnya. Hal itu bisa terjadi karena adanya jaringan asing yang masuk ke dalam tubuh dan bahan baku filler payudara ini di Indonesia non-available dan non-registrasi. Bahkan FDA (BPOM amerika) juga belum menyetujui tentang filler payudara ini,” paparnya.
Walaupun dengan harga terjangkau dan hasil seolah menjanjikan, dokter Cynthia menekankan bahwa hal itu tidak sebanding dengan risiko masalah kesehatan yang mengancam di kemudian hari.
“Dengan kasus ini, saya berharap tidak ada korban lagi. Masyarakat Indonesia menjadi bijak dalam mengambil treatment untuk dirinya. Dan tidak tergiur untuk filler payudara, apalagi dengan embel-embel harga terjangkau sekalipun,” ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123