- UMKM harus menjaga kendali atas data mereka untuk menghindari risiko operasional pihak ketiga.
- Getfly menawarkan sistem CRM terpusat yang telah tersertifikasi ISO/IEC 27001:2022 untuk mengamankan data pelanggan serta mengintegrasikan proses bisnis secara terstandarisasi.
- Perusahaan mengembangkan pendekatan Agentic Business OS yang memadukan CRM dan AutoFly AI Agent agar membantu pengambilan keputusan bisnis tanpa menghilangkan kontrol manusia.
Suara.com - Kedaulatan data dianggap menjadi isu penting bagi usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) seiring bisnis semakin bergantung pada platform digital, cloud, media sosial, hingga teknologi kecerdasan buatan (AI).
Chairman dan CEO Getfly Technology JSC, Nguyen Huy Hoang mengatakan, bisnis perlu memastikan data pelanggan, operasional, dan pengetahuan perusahaan tetap berada dalam kendali organisasi.
“Bisnis jarang menggambarkan masalah ini sebagai kehilangan kedaulatan data. Mereka biasanya mengalaminya secara tidak langsung melalui ketidakstabilan operasional," katanya, Selasa (15/9/2026).
Ketergantungan terhadap platform pihak ketiga dapat menjadi risiko ketika terjadi perubahan algoritma, kebijakan, biaya, maupun akses terhadap data.
Di sisi lain, ketergantungan pada karyawan tertentu juga dapat membuat informasi pelanggan dan proses bisnis ikut hilang ketika individu tersebut meninggalkan perusahaan.
Data yang tersimpan di spreadsheet pribadi, riwayat pesan, atau ingatan karyawan membuat perusahaan sulit membangun aset pengetahuan yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Hoang menilai kedaulatan data perlu dipandang sebagai persoalan manajemen bisnis, bukan hanya persoalan teknologi informasi.
“Bisnis seharusnya tidak memulai transformasi digital dengan bertanya software apa yang harus mereka beli. Mereka harus terlebih dahulu mengidentifikasi di mana operasional mereka terfragmentasi, kemudian membangun kembali pondasinya berdasarkan data dan proses yang terstandarisasi," lanjutnya.
Salah satu langkah untuk mengurangi risiko tersebut adalah membangun sistem terpusat yang mengintegrasikan data pelanggan dan proses operasional.
Getfly CRM dirancang untuk menyimpan profil pelanggan, riwayat interaksi, aktivitas penjualan, hingga proses tindak lanjut dalam sistem yang menjadi bagian dari operasional perusahaan.
Selain kepemilikan dan akses, keamanan menjadi bagian penting dalam pengelolaan data bisnis. Getfly telah memperoleh sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi, yang mencakup pengelolaan risiko, kontrol akses, tata kelola, prosedur operasional, serta peningkatan praktik keamanan secara berkelanjutan.
Kontrol terhadap data juga menjadi fondasi dalam pengembangan Agentic Business OS Getfly yang menggabungkan Getfly CRM dan AutoFly AI Agent melalui pendekatan People + Data + AI.
CRM berfungsi sebagai fondasi data, sementara AutoFly dapat menggunakan konteks bisnis tersebut untuk menganalisis informasi, mengidentifikasi risiko, dan memberikan rekomendasi tindakan dengan tetap melibatkan pengawasan manusia.
Dalam penerapannya, pengguna dapat menentukan akses AutoFly terhadap data yang relevan serta menambahkan tahapan persetujuan manajemen sebelum rekomendasi AI dijalankan. Pendekatan ini memungkinkan AI membantu proses pengambilan keputusan tanpa menghilangkan kontrol manusia atas operasional bisnis.
Bagi UMKM di Indonesia, kebutuhan tersebut semakin relevan karena bisnis kini menggunakan semakin banyak kanal mulai dari marketplace, social commerce, aplikasi pesan, cloud, CRM, hingga berbagai tools AI.
Setelah lebih dari 14 tahun berkembang dan melayani lebih dari 6.000 bisnis, Getfly melihat kedaulatan data sebagai bagian dari upaya membangun operasional yang lebih terstruktur, transparan, dan siap menghadapi ekonomi berbasis AI.