Suara.com - Setelah meninggal sekitar satu bulan lalu, penyebab kematian Pangeran Philip terungkap. Fakta itu terungkap lewat sertifikat kematian Pangeran Philip
Sertifikat itu menyatakan bahwa menyatakan penyebab kematiannya karena usia tua, kata laporan. Istana Buckingham mengumumkan Duke of Edinburgh meninggal 'dengan damai' di Kastil Windsor pada 9 April, tanpa mengungkapkan rincian lebih lanjut.
Sekarang Telegraph melaporkan telah memperoleh sertifikat kematian Philip, yang disertifikasi oleh Sir Huw Thomas, kepala rumah tangga medis kerajaan. Sir Huw dilaporkan mengidentifikasi tidak ada penyakit atau cedera yang dapat menyebabkan kematian sang duke.
Ini termasuk tidak menyebutkan kondisi yang sudah ada sebelumnya yang membuat Duke menjalani operasi jantung beberapa minggu sebelum kematiannya.
Dokter dapat membuat daftar usia tua sebagai penyebab kematian jika pasien mereka berusia di atas 80 tahun dan mereka mengamati penurunan bertahap. Philip menghabiskan satu bulan di Rumah Sakit King Edward VII dan Rumah Sakit St Bartholomew's, rawat inap terlama.
Dia awalnya menerima perawatan untuk infeksi tetapi kemudian menjalani prosedur pembedahan.
Duke kemudian bersatu kembali dengan Ratu di Kastil Windsor, tempat mereka menghabiskan waktu. hari-hari terakhirnya bersama. Sekretaris pribadi Philip, Brigadir Archie Miller-Bakewell, mendaftarkan kematian tersebut ke Royal Borough of Windsor and Maidenhead empat hari kemudian pada tanggal 13 April.
Ini mengikuti persyaratan hukum untuk mendaftarkan kematian dalam waktu lima hari setelah seseorang meninggal.
Dokumen tersebut juga mengakui warisan Yunani Philip, mencantumkan nama lengkapnya sebagai: 'Yang Mulia Pangeran Philip, Duke of Edinburgh sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Philippos dari Yunani dan Denmark sebelumnya dikenal sebagai Philip Mountbatten.'
Baca Juga: Pangeran Louis Ulang Tahun Hari Ini, Foto Terbaru Sukses Curi Perhatian!
Duke secara resmi pensiun dari tugas kerajaan Mei lalu, dan dikenang untuk layanan dan dedikasinya seumur hidup setelah bangkit dari pengasingan dari Yunani saat masih kecil.
Selama bertahun-tahun ia melakukan lebih dari 22.000 pertunangan solo dan memberikan lebih dari 5.400 pidato, serta mengambil bagian dalam ribuan pertunangan lainnya dengan Ratu dan berkomitmen pada dirinya sendiri untuk kewajiban yang tak terhitung di belakang layar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?