Suara.com - Meski pandemi menghantam banyak lini bisnis, faktanya tak sedikit bisnis yang mampu bertahan dari gempuran pandemi. Salah satunya adalah bisnis kemasan makanan yang dijalankan PT. Prima Makmur Rotokemindo, produsen kemasan pangan dan kemasan non pangan lokal yang telah memiliki lebih dari 50 klien yang berada di dalam maupun luar negeri.
Sales & RnD Director Arief Santoso mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur bisnisnya bisa survive di tengah pandemi.
“Kami merasa sangat bersyukur bahwa di masa pandemi bisnis kami masih bisa berjalan, walaupun dengan banyak penyesuaian, terutama masalah protokol kesehatan, supaya kami tetap bisa memberikan yang terbaik untuk karyawan dan klien-klien kami,” kata Arief.
Ia akui bahwa banyak di antara customer-nya yang terdampak pandemi, dan menyebabkan order menurun. Meski begitu, pemesanan dari customer baru juga berdatangan.
“Banyak customer yang terdampak, ditambah orderan turun. Sementara itu pemesanan baru juga berdatangan yang sebelumnya tidak ada,” jelasnya.
Tercatat hingga saat ini sudah ada puluhan brand lokal yang memercayakan pengemasannya pada PT. Prima Makmur Rotokemindo, mulai dari makanan, deterjen, hingga gift wrap. Arief berkata, pihaknya memastikan kemasan harus higienis dan juga berkualitas, apalagi jika berkaitan dengan keamanan pangan.
“Di momen lebaran seperti ini, biasanya lebih banyak pemesanan packaging makanan dengan tema lebaran, seperti gambar ketupat dan tulisan Hari Raya. Tapi, tahun ini entah kenapa lebih netral, mungkin karena mereka takut stoknya kebanyakan nantinya. Karena kalau temanya sudah basi, mereka jadi nggak bisa jual,” jelas Arief soal produksi kemasannya menjelang hari raya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?