Suara.com - Beredarnya buku bajakan seringkali membuat geram penulisnya. Seperti baru-baru ini, beredar ungkapan kekecewaan penulis Darwis Tere Liye pada para pembeli buku bajakan. Melihat kasus ini, kita perlu tahu seperti apa ciri-ciri buku bajakan.
Buku bajakan adalah buku yang dicetak, diperbanyak dan diedarkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab secara ilegal untuk keuntungan pribadi. Buku yang dibajak biasanya buku best seller karya penulis ternama. Buku-buku tersebut dicetak dan digandakan tanpa seizin penulis bahkan penerbit resminya.
Membajak buku jelas melanggar hukum karena bisa merugikan penulis, pembaca dan penerbit. Sebab, jika kamu membeli buku bajakan, maka penulis tidak mendapatkan keuntungan apapun bahkan buku bajakan berpotensi membuat buku asli tidak laku. Agar tidak tertipu dengan buku bajakan, simak ciri-ciri buku bajakan berikut ini.
1. Harga lebih murah
Ciri-ciri buku bajakan yang pertama adalah dari segi harga. Proses penerbitan sebuah buku sangat panjang. Mulai dari menemukan ide, proses penulisan, editorial, pembuatan sampul, hingga proses percetakan dan penerbitan. Buku bajakan hanya menggandakan buku yang sudah jadi tanpa proses-proses awal tersebut.
Itulah mengapa harga buku bajakan biasanya jauh lebih murah. Jadi waspadalah jika ada penjual daring maupun luring yang menawarkan buku dengan harga yang tidak wajar.
2. Sampul buku tidak professional
Ciri-ciri buku bajakan yang paling gampang dilihat adalah dari sampulnya. Sampul buku asli biasanya lebih berkualitas, kadang disertai gambar timbul maupun laminasi yang membuatnya lebih berkilau. Sementara buku bajakan biasanya tampak pudar dan lusuh. Lapisannya pun mudah luntur dan terkelupas.
3. Kualitas kertas dan cetakan yang buruk
Baca Juga: Yuk, Kenali 5 Ciri Buku Bajakan, Jangan Dibeli!
Kebanyakan buku bajakan menggunakan kertas buram. Warna tulisannya kadang pudar dan membayang. Kualitas buku bajakan kadang justru mirip hasil fotokopi.
4. Tidak ada hologram dan tidak disegel
Buku baru yang dijual di toko biasanya masih tersegel rapi. Terdapat pula hologram dan barcode yang berisi informasi harga dan isi buku. Namun, kedua hal ini tidak selalu menjadi faktor penentu keasliannya. Ada juga buku asli yang tidak mencantumkan hologram. Nah, buku bajakan sering tidak ada hologram dan tidak disegel.
5. Cek isi dan tahun terbit
Sebuah buku best seller bisa diterbitkan berkali-kali. Terkadang penulis merevisi bagian tertentu pada edisi yang diterbitkan berikutnya. Isi buku bajakan terkadang kacau balau, seperti salah halaman atau tulisan yang terbalik.
Seperti itulah ciri-ciri buku bajakan yang perlu kalian cermati. Jangan beli buku bajakan.
Kontributor : Lolita Valda Claudia
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan