Suara.com - Selphie Bong, seorang fashion designer dan hotelier consultant, mengalami permasalahan dugaan malpraktek pada tahun 2015. Bertahun-tahun, permasalahannya banyak terbantu dari orang yang tidak ia kenal, hingga akhirnya hampir selesai dengan solusi yang diberikan orang yang tepat dengan bertukar cerita. Dari sini Selphie menyadari ‘the power of sharing your story to the right person’, yaitu berbagi cerita dengan orang yang tepat. Di saat bersamaan, seorang sahabat Selphie mengirimkan pot berbentuk payudara dan mereka mulai bertukar kesenian berbentuk payudara. Dari sinilah Selphie terinspirasi untuk memulai forum #tukerantete.
Dalam forum #tukerantete, perempuan dengan pikiran terbuka bisa berkumpul dan berbagi cerita yang dapat saling menguatkan dengan saling berbagi karya seni (art exchange). Tujuan utama #tukerantete adalah untuk membangun kesadaran positif pada masyarakat luas bahwa setiap cerita perempuan berharga, semua bagian tubuh perempuan itu baik, tanpa perlu menghakimi atau menganggapnya sebagai hal yang tabu.
"Dari pengalaman, saya menyadari bahwa di dalam kehidupan kamu tidak perlu menjadi selalu kuat. Jangan takut untuk meminta pertolongan, karena di luar sana, ada orang lain yang bisa menolong kita. Delapan puluh persen orang-orang yang membantu saya adalah orang-orang yang belum saya kenal sebelumnya, seperti Bapak Hotman Paris dan tim, para relawan, aktivis, yang semua dimulai dari strangers. Mereka tidak bisa membantu kita kalau kita tidak menceritakan kisah yang kita alami," jelas Selphie Bong dalam Virtual Press Conference #TukeranTete An Art Project by Selphie Bong beberapa waktu lalu.
Selphie Bong menambahkan, "Saya terinspirasi menjadikan ini sebuah project untuk membangun awareness ke sesama kaum perempuan. Project ini merupakan project kesenian pertama saya yang akan mengikutsertakan semua perempuan, yang bahkan kita tidak kenal, dengan harapan bisa memberikan impact persatuan antar satu sama lain, dengan saling berbagi dan mendukung sesama perempuan yang sedang sakit, lemah, kehilangan rasa percaya diri, atau sedang membutuhkan motivasi. Melalui seni dan rupa.”
#tukerantete menjalankan kampanye pertamanya yang telah aktif berjalan sejak bulan Februari 2021. #tukerantete Art Exchange 2021 mengundang semua seniman perempuan atau transpuan untuk dapat bergabung mengumpulkan karya seni yang nantinya akan dipamerkan dan dijual. Penghasilan dari hasil penjualan akan diserahkan dan dipercayakan kepada Lovepink, organisasi non-profit yang berfokus pada kegiatan sosialisasi deteksi dini dan pendampingan pasien kanker payudara di Indonesia.
“Persoalan kanker payudara bukan hal yang tabu dan masih perlu banyak dibicarakan di Indonesia. Ada beberapa stigma seputar kanker payudara yang perlu dikikis, salah satunya adalah anggapan bahwa penderita kanker pasti berusia pendek. Stigma pada pasien kanker payudara bisa berdampak buruk secara psikologis, yang membuat pasien tidak bergairah melakukan terapi bahkan menyebabkan depresi. Lovepink mendukung kampanye #tukerantete agar persoalan kanker payudara bisa dibicarakan dengan lebih terbuka dan inklusif, demi tercapainya visi Indonesia bebas kanker payudara stadium lanjut,” ungkap Samantha Barbara Islan, selaku Ketua Lovepink.
Dengan adanya kampanye dari #tukerantete, diharapkan perempuan Indonesia, ataupun di dunia, dapat melawan stigma bahwa 'perempuan adalah objek' dan bagian dada perempuan bukanlah sesuatu yang kotor, melalui kesenian dan membentuk wadah yang tepat untuk bersuara tanpa malu untuk menceritakan kisah hidupnya, yang mungkin dianggap tabu oleh orang-orang di sekitar, dan bisa saling menginspirasi melalui cerita hidup yang telah atau sedang mereka lalui. Bisa jadi cerita hidup yang sedang atau telah dialami menjadi semangat dan panduan hidup bagi perempuan lain yang sedang menghadapi permasalahan serupa.
“Dengan adanya support dari kampanye #tukerantete untuk Lovepink, kami berharap lebih banyak perempuan Indonesia yang waspada bahaya kanker payudara, berani keluar dari stigma dan bersemangat untuk melawan penyakit, saling menguatkan dan menginspirasi untuk kualitas hidup yang lebih baik pasca kanker,” tambah Samantha.
#tukerantete Art Exchange 2021 dibuka untuk seluruh seniman perempuan, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Setiap seniman dapat berpartisipasi dengan mengisi form pendaftaran online dan mengirimkan karya seni yang sudah siap dipajang di galeri berupa lukisan, bordiran, keramik, ukiran kayu, sampai surat yang menceritakan kisah hidupnya ataupun topik yang berhubungan dengan bentuk tubuh perempuan. Setelah itu, seniman akan diminta mengisi persetujuan untuk mendonasikan hasil penjualan dari karya seninya. Waktu pengumpulan akan dibuka sampai dengan tanggal 15 Agustus 2021.
Baca Juga: Viral! Pengunjung Rusak Seni Instalasi Demi Dapatkan Foto Terbaik Anjingnya
Selain seniman, semua perempuan juga dapat berpartisipasi dalam #tukerantete Art Exchange 2021 dengan berbagi cerita hidup yang dapat dikirim melalui tukerantete@gmail.com ataupun melalui direct message dan post-tagging ke Instagram @tukerantete. Cerita-cerita yang terkumpul akan ditulis di blog #tukerantete atau dicetak dalam bentuk tabloid yang bisa didapatkan selama pameran berlangsung nanti, agar dapat menginspirasi perempuan lain yang membacanya.
Hasil pengumpulan karya seni #tukerantete Art Exchange 2021 akan dikurasi kembali oleh team curator lalu akan dipamerkan di Pacific Place mulai tanggal 1 September 2021. Puncak acara pameran akan diadakan pada bulan Oktober 2021, bertepatan dengan Breast Cancer Awareness Month.
Sampai hari ini, seniman yang telah bergabung ada B/S studio dari Vietnam, Adrinalia, Rani Kartika, Neli Yo, Maria Tarigan dan masih banyak lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Cara Menghilangkan Flek Hitam Bekas Jerawat Low Budget, Dokter Sarankan Pakai Bahan Alami Ini
-
Letak Kompor Menurut Feng Shui, Benarkah Bisa Memengaruhi Rezeki? Ini 6 Posisi yang Dianjurkan
-
Ramalan Zodiak 11 Juli 2026: 5 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Keberuntungan dan Cuan!
-
Dari Ngopi hingga Belanja, Ini Alasan Transaksi Digital Kian Jadi Andalan Sehari-hari
-
Tak Banyak yang Tahu, Pilihan Menu di Hotel Ternyata Bisa Berdampak pada Kelestarian Laut
-
Moisturizer Citra Pearly Glow UV Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Pengguna
-
3 Review Facial Wash Non SLS Wardah, Tidak Bikin Wajah Ketarik setelah Cuci Muka
-
5 Cara Sederhana Redakan Stres Kerja agar Tidak Burnout, Mudah Dilakukan!
-
Belum Punya Riwayat Kredit? Kini Peluang Dapat Pembiayaan Bisa Lebih Besar Berkat Data Digital
-
Limbah Jahe Selama Ini Banyak Terbuang, Bagaimana Peneliti BRINDiubah Menjadi Sumber Energi Bersih?