Suara.com - Model identik dengan tubuh semampai dengan fitur wajah menawan tanpa celah. Menariknya, seorang perempuan down sindroma bernama Namira Zania Siregar berhasil mendobrak pakem-pakem tersebut.
Belum lama ini, gadis berusia 23 tahun tersebut digadang-gadang menjadi perempuan down sindroma pertama di Indonesia yang sukses didaulat menjadi model untuk produk skincare lokal, ElshéSkin.
Kepada BBC Indonesia pada Maret 2021, ibunda Namira-- Nini Andrini mengatakan putrinya memang memiliki bakat di dunia modeling dan tari.
"Memasuki usia remaja, saya coba lihat di mana talentanya. Saya menemukannya pada tari dan model. Alhamdulillah ada sekolah tari khusus untuk anak down syndrome sehingga bakat Namira makin terasah," kata Nini.
Namira juga pernah tampil di hajatan Jakarta Fashion Week 2018 lalu. Ia tampil dan terpilih mewakili anak down syndrome dalam runway bertajuk "Inklusivitas".
Kini, karir Namira merambah dunia skincare atau produk perawatan wajah. CEO ElshéSkin Cyntha Octavia mengatakan, tidak sedikit perempuan Indonesia merasa minder dengan kondisinya dan menganggap dirinya tak cantik.
Hal itu, kata Cyntha, terjadi lantaran industri kecantikan kerap mengglorifikasi kecantikan dengan karakteristik fisik tertenti seperti kulit putih, hidung mancung, langsing, dan memiliki rambut panjang.
Untuk 'meluruskan' standar kecantikan yang keliru, Cyntha percaya pentingnya pemasaran produk kecantikan yang mengedepankan kampanye unik dan sarat makna.
"Setiap perempuan punya sisi cantiknya tersendiri. Ini tentang bagaimana perempuan bisa percaya diri untuk mengeluarkan dan meng-embrace kecantikannya dengan menyebarkan semangat positif baik untuk dirinya maupun untuk orang lain," katanya dikutip dari siaran pers, Jumat (11/6/2021).
Baca Juga: Tesla Model S Plaid Plus Secara Resmi Batal Melantai
Sementara untuk pemilihan perempuan penyandang down sindroma, ia melanjutkan, bukan tanpa alasan. Ia mengatakan bagaimana langkah tersebut dapat memperjelas anggapan bahwa nilai kecantikan tak pernah memandang apapun dan siapapun.
"Dengan menggunakan model penyandang down syndrome, kami ingin membuktikan kepada perempuan Indonesia bahwa mereka yang secara medis dianggap memiliki kekurangan, tetap memiliki sisi cantik pada dirinya, jika Namira bisa membuktikan kepercayaan dirinya tentu kita semua bisa," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik